Sosok Buruh yang Batal Menang Lelang Motor Listrik Jokowi

Ia menawar motor listrik merek Gesits bertanda tangan Presiden Joko Widodo Rp 2,55 miliar.

Tayang:
Tribun Belitung
M Nuh, buruh yang batal menang lelang motor listrik Jokowi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAMBI - Beberapa hari terakhir, kehebohan terjadi gara-gara pria bernama M Nuh.

Ia mengikuti lelang dalam konser Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona, akhir pekan lalu.

Ia menawar motor listrik merek Gesits bertanda tangan Presiden Joko Widodo Rp 2,55 miliar.

Namun nyatanya, menurut kepolisian, ia bukan pengusaha tajir yang sanggup membayar harga lelang itu, melainkan buruh harian lepas.

Kini, lelang motor listrik itu sudah benar-benar memiliki pemenang.

Putra Hary Tanoesoedibjo Menangi Lelang Motor Listrik Jokowi Rp 2,55 Miliar

Tanggapan Hotman Paris Soal Video Lelang Keperawanan Sarah Keihl

Jual Foto-foto Kakinya, Wanita Ini Raup Rp 80 Juta per Bulan

Hasil Sidang Isbat, Idul Fitri Hari Minggu 24 Mei 2020

Dialah anak pengusaha media Hary Tanoesoedibjo, Warren H Tanoesoedibjo.

Sebelumnya, Warren berada di urutan ketiga saat lelang dalam konser secara virtual, Minggu (17/5/2020).

Uang hasil lelang itu rencananya untuk membantu warga yang terdampak pandemi corona.

Pemenang lelang pada awalnya adalah M Nuh setelah menawar Rp 2,55 miliar.

Angka tersebut mengalahkan tawaran politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maruarar Sirait yang menawar Rp 2,2 miliar serta Warren, Rp 1,55 miliar.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani menyebut motor listrik merek Gesits dalam lelang itu adalah motor istimewa.

Pasalnya, motor tersebut merupakan motor produksi lokal.

Presiden Jokowi pernah mengendarainya.

Seratus persen hasil dari lelangnya akan tertuju kepada masyarakat yang membutuhkan di tengah wabah corona.

Panitia lelang mengumumkan kembali pemenang lelang pada Jumat (22/5/2020) setelah menganulir pemenang M Nuh yang ternyata tak sanggup membayar harga lelang.

Ketua Umum Yayasan Generasi Lintas Budaya Olivia Zalianty dalam konferensi pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut, di usia yang masih sangat muda, yakni 19 tahun, Warren tergerak mengikuti lelang dan menawarkan harga tinggi.

"Beliau mengatakan ingin sekali membeli motor bertandatangan Bapak Presiden dan beliau siap membeli dengan harga yang sama dengan harga pemenang lelang kemarin (M Nuh)," kata Olivia.

"Ini adalah pemenang resmi dari lelang motor Gesits buatan anak bangsa, motor listrik pertama di Indonesia," sambungnya.

Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan putranya sempat meminta izin kepadanya ketika ingin mengambil motor tersebut.

"Terus terang, saat mau ikut pun Warren tanya sama saya. Boleh ikut atau tidak. Karena ini tujuannya untuk memberikan bantuan sosial," ujar Hary menyampaikan sambutan mewakili anaknya.

Hary Tanoe mengizinkan putranya mengikuti lelang tersebut.

Warren bahkan akhirnya menyamakan angka dari pemenang lelang sebelumnya, yakni Rp 2,55 miliar.

Menurut Hary, Warren memiliki uang tersebut dari tabungannya.

Mengira Dapat Hadiah

Adapun M Nuh, pria yang awalnya memenangkan lelang, ternyata seorang buruh harian lepas.

Adalah Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Pol Firman Santyabudi yang mengungkapkan identitas M Nuh.

Itu setelah sempat beredar kabar bahwa polisi menangkap M Nuh yang berasal dari Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi.

Kabar penangkapan Nuh sebelumnya diungkapkan Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Kamis (21/5).

Namun, Kapolda Jambi Firman meralat. Menurutnya, Nuh memang sempat dimintai keterangan oleh Polresta Jambi.

Namun, Nuh kembali pulang ke kediamannya tanpa dilakukan penangkapan, apalagi penahanan.

Firman menjelaskan, Nuh ternyata tidak mengetahui bahwa yang diikutinya dalam konser virtual, Minggu lalu, adalah lelang.

"Jadi memang tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan. Setelah diwawancara, dia ternyata tidak paham acara yang diikuti itu adalah lelang," tegasnya melalui pesan singkat, Kamis.

Nuh mengira dalam acara itu dirinya menang hadiah.

"Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan (kepada polisi)," beber Firman.

Sosok Nuh masih teka-teki setelah warga di Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, mengaku tak ada yang mengenal pria tersebut.

Saat Tribunjambi.com melakukan penelusuran, tak seorang pun warga yang mengenal sosok Nuh. Mulai dari Forum RT hingga Camat Pasar, Mursidah.

"Kami juga bingung, tidak ada yang namanya M Nuh pengusaha di Kampung Manggis," kata Mursidah, Kamis.

Bamsoet Minta Maaf

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Bambang Soesatyo menyampaikan permintaan maafnya terkait polemik lelang tersebut.

"Kalau ada pihak yang harus disalahkan, saya orangnya. Saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain. Karena saya PJ (penanggung jawab) acara ini," ujarnya, Jumat.

Bamsoet mengaku tidak enak hati kepada Presiden Jokowi soal lelang motor tersebut.

"Sebenarnya beliau tidak tahu apa-apa, karena beliau hanya membantu. Beliau hanya ingin membantu gagasan para seniman dan pekerja seni yang sebelumnya datang kepada saya, kepada kepala BPIP dan kepada BNPB untuk melakukan gagasannya melalui konser, dengan niat membantu saudara-saudaranya sesama seniman dan pekerja seni," jelasnya. (tribun network/tribun jambi/den)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved