China Akhirnya Terbuka untuk Penyelidikan asal Virus Corona
Beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat bersama Australia telah menyerukan penyelidikan sumber pandemi Covid-19.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - China melalui Menteri Luar Negeri Wang Yi menyatakan akan terbuka dalam penyelidikan asal Covid-19, tapi dengan dua syarat.
Wang Yi pada Minggu (24/5/2020) mengatakan, China mengizinkan kerja sama internasional untuk penyelidikan sumber virus corona asalkan dipimpin Badan Kesehatan Dunia ( WHO).
Selain itu, Menlu yang menjabat sejak Maret 2013 ini juga menekankan penyelidikan harus "bebas dari campur tangan politik.
Dilansir dari AFP, Wang Yi mengecam apa yang disebutnya upaya politisi AS untuk "mengarang rumor" tentang asal virus corona dan "menstigmatisasi China."
Beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat bersama Australia telah menyerukan penyelidikan sumber pandemi Covid-19.
• Istri Bahar bin Smith Merasa Suami Diculik seperti Para Jenderal
• Niat Puasa Syawal 6 Hari Mulai Senin 25 Mei 2020
• Jepang Kalahkan Corona Tanpa Pembatasan Sosial
• Lebaran di Tengah Pandemi, Ketua DPW NasDem Taufik Basari Silaturahmi Secara Vitual
Baik Presiden Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuduh China kurang transparan dalam masalah ini.
Mereka juga berulang kali mengapungkan teori bahwa virus ini adalah hasil kebocoran laboratoriun dengan keamanan tingkat tinggi di Negeri "Tirai Bambu".
Akan tetapi sebagian besar ilmuwan percaya virus ini menular dari hewan ke manusia, dan kemungkinan kasus pertama terjadi di pasar Wuhan yang menjual daging hewan liar.
"China terbuka untuk bekerja dengan komunitas ilmiah internasional guna mencari sumber virus," ucap Wang pada konferensi pers di sela-sela sesi parlemen tahunan China.
"Pada saat yang sama, kami percaya bahwa ini harus profesional, adil, dan konstruktif."
"Keadilan berarti proses untuk bebas dari campur tangan politik, menghormati kedaulatan semua negara, dan menentang anggapan bersalah," lanjutnya dikutip dari AFP.
Wang mengatakan, penyelidikan "profesional" ini harus "dipimpin oleh WHO", dan "memungkinkan para ilmuwan serta ahli medis melakukan penelitian ilmiah pada skala global."
WHO awal bulan ini meminta Beijing mengundang mereka untuk menyelidiki asal Covid-19, tetapi Wang saat itu tidak mengatakan apakah para pakar asing akan diundang juga dalam penyelidikan.
China sebelumnya telah mengusulkan agar "penyelidikan global" terhadap Covid-19 seharusnya dilakukan ketika pandemi berakhir.
Namun anggota WHO pada Selasa (19/5/2020) telah menyatakan resolusi di majelis virtual pertama WHO untuk meninjau penanganan pandemi ini.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/china-laporkan-108-kasus-baru-waspada-gelombang-kedua-virus-corona.jpg)