Berita Nasional
Respons Gubernur Ganjar Pranowo saat Dengar Intimidasi terhadap Perawat yang Rawat Pasien Corona
Tak hanya itu, Ganjar Pranowo juga berharap petugas kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMARANG - Beredar kabar seorang perawat mengalami intimidasi setelah memeriksa pasien Covid-19.
Perawat tersebut bertugas di Puskesmas Kedawung, Sragen, Jawa Tengah.
Mendengar kabar itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat suara.
Dari informasi yang diperoleh, korban diintimidasi setelah memeriksa pasien Covid-19.
Akibatnya, perawat tersebut mengalami trauma dan merasa ketakutan.
• Gubernur Ganjar Pranowo Balas Sindiran Fadli Zon
• Pengakuan Mengejutkan SD Istri yang Berselingkuh dengan Dua Pria Sekaligus, Sudah Tak Nafsu
• Istana Sebut: Diskusi Pemecatan Presiden, Harus Dilihat Sebagai Bahan Diskusi, Bukan untuk Makar
• Ayah Bejat Gagahi 2 Anak Tirinya hingga Hamil, Nyaris Babak Belur Dikeroyok 300 Warga
• Disebut Bersekongkol dengan China, AS Keluar dari WHO, Pakar Kesehatan & Politisi Dunia Ketar-ketir
"Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (Korban), saya pengen telepon dia. Saya ingin dengar sendiri siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga kita bisa klarifikasi apa yang terjadi. Kalau dia merasa terancam kita perlu bawa shelter agar dia aman," kata Ganjar di Semarang, Minggu (31/5/2020).
Tak hanya itu, Ganjar juga berharap petugas kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut.
"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Ketika semua sudah dilakukan sesuai prosedur tolong jangan ada yang aneh-aneh. Kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja," tegasnya.

Menurut Ganjar, tindakan intimidasi kepada tenaga medis di tengah pandemi corona adalah hal yang tidak patut.
Apalagi memberikan stigma.
"Saya minta korban melaporkan apa yang terjadi agar cepat selesai sehingga tidak ada lagi stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka," terangnya.
Dari informasi yang diperoleh Kompas.com, seorang perawat di Puskesmas Kedawung Sragen mendapat intimidasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (29/5/2020) pagi.
Pesan tersebut diterima korban setelah melakukan pemeriksaan terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Alhasil, pasien juga merasa dikucilkan oleh warga di lingkungan rumahnya usai menjalani pemeriksaan. (Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?"