Bukan Hutang Tapi Ini Saran Bank Dunia Agar Ekonomi Indonesia Tumbuh dan Bangkit

Doorn dalam video conference, Kamis (2/6/2020). Selain konsumsi yang menurun, kinerja perekonomian yang tertekan juga disebabkan oleh melemahnya kiner

(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi Indonesia 

TRIBUNLAMPUNG.CO.IDBank Dunia (World Bank/WB) memproyeksikan, perekonomian Indonesia tak tumbuh atau stagnan di level 0 persen.

Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang mencapai 5,02 persen.

Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia Ralph Van Doorn pun menjelaskan, tertekannya kinerja perekonomian disebabkan oleh pembatasan sosial bersaka besar (PSBB) yang berlaku sepanjang April dan Mei.

Dia pun mengatakan, jika PSBB berlangsung lebih lama, yaitu di kisaran empat bulan, pertumbuhan ekonomi RI bisa lebih tertekan lagi, yaitu tumbuh negatif hingga 3,5 persen.

"Anjloknya pertumbuhan ekonomi RI terjadi akibat perlambatan konsumsi rumah tangga karena banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaannya atau menjadi korban dirumahkan dan PHK. Serta akibat minimnya kegiatan ekonomi dan menurunnya kepercayaan konsumen," jelas

Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).
Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). (KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA)

Sri Mulyani Ungkap Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali Bikin Negara Lain Minder

Prabowo Sebut Acara IMF-Bank Dunia di Bali Terlalu Mewah, Benarkah?

Andi Arief Tiba-tiba Menarik Semua Kritiknya Soal Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali

Doorn dalam video conference, Kamis (2/6/2020). Selain konsumsi yang menurun, kinerja perekonomian yang tertekan juga disebabkan oleh melemahnya kinerja investasi juga tren harga komoditas yang cenderung terus menurun.

Dengan kondisi tersebut, Bank Dunia pun memperkirakan rasio utang pemerintah bisa melonjak hingga 37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Akibat rasio penerimaan yang tertekan serta Indonesia yang banyak melakukan pinjaman untuk membiayai paket stimulus," jelasnya. Untuk mendorong perekonomian bisa lekas pulih,

Bank Dunia pun menyarankan pemerintah fokus dalam menyelesaikan masalah krisis kesehatan ketimbang buru-buru memulai era tatanan hidup baru atau new normal.

Doorn menjelaskan, hal itu bisa dilakukan mulai dari membantu perusahaan yang terkena dampak dari Covid-19, hingga memerbaiki kondisi perbankan dalam negeri.

Halaman
123
Editor: Romi Rinando
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved