Puting Beliung di Bandar Lampung

Sekretaris BPBD Bandar Lampung Ngaku Belum Dapat Laporan Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga

Hujan deras disertai angin puting beliung menghancurkan beberapa rumah di Pulau Pasaran, Bandar Lampung.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer
Puing-puing reruntuhan rumah warga di Pulau Pasaran, Bandar Lampung, yang hancur akibat terpaan angin puting beliung, Senin (1/6/2020). Sekretaris BPBD Bandar Lampung Ngaku Belum Dapat Laporan Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hujan deras disertai angin puting beliung menghancurkan beberapa rumah di Pulau Pasaran, Bandar Lampung.

Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki mengaku, belum menerima adanya laporan terkait hal tersebut.

"Belum ada pelaporan terkait bencana yang meruntuhkan rumah itu. Sepertinya (ada), tapi nanti coba saya lihat lagi (laporan) untuk lebih pastinya," ujarnya singkat saat dihubungi Tribun, Selasa (2/6/2020).

Kemudian, M Rizki menganjurkan, kepada pihak terdampak bencana tersebut untuk menghubungi instansi sosial milik pemerintah kota setempat, agar ke depan dapat diberikan bantuan.

"BPBD fokus ke penanggulangan bencana. Jadi kalau bencana tersebut rupanya sudah diatasi secara mandiri oleh masyarakat sebelum BPBD tiba, ya tidak masalah juga," jelasnya.

 BREAKING NEWS Dihantam Angin Puting Beliung, Rumah Semi Permanen di Pulau Pasaran Tinggal Puing

 Ditinggal Belanja, Satu Unit Sepeda Motor Raib Digondol Maling

 BREAKING NEWS Jenazah Bocah Hanyut di Kedamaian Akhirnya Ditemukan

"Masyarakat terdampak nanti bisa langsung berkontak dengan Dinas Sosial Kota Bandar Lampung," tambahnya.

Takut Hanyut

Adanya kekhawatiran akan hanyut, puing-puing reruntuhan rumah diletakan di balik dinding pemecah ombak.

"Sebelumnya karena rumah saya rata dengan air, jadi puing-puing yang masih bisa diangkat ditaruh dibalik pemecah ombak," ujar pemilik rumah, Habibah, Selasa (2/6/2020).

Ia menjelaskan, secara letak, rumahnya sebagian berada di atas air dan tenggelam karena ombak yang besar.

"Rumah saya sebagian ada di atas air, waktu adanya angin puting beliung bahkan rumah saya sempat tenggelam hingga yang nampak hanya atapnya saja," jelas dia. 

Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id, puing-puing bekas rumahnya tersebut diletakan dibalik pemecah ombak setinggi 1,5 meter.

Harapkan Bantuan

Korban puting beliung di Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat.

Hal tersebut dikatakan oleh Habibah selaku pemilik rumah kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (2/6/2020).

"Hampir semua barang berharga tidak bisa diselamatkan. Untuk saat ini adanya bantuan yang mungkin paling keluarga kami harapkan," ujar Habibah. 

"Sisanya terbang dan hanyut terbawa arus laut," tambahnya.

Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id di lapangan, nampak hanya puing-puing kayu yang tergeletak di sana.

Kondisi rumah Habibah korban puting beliung di Pulau Pasaran.
Kondisi rumah Habibah korban puting beliung di Pulau Pasaran. (Tribunlampung.co.id/Soma)

Raut wajah sedih nampak dari pemilik rumah yang tengah menangisi kondisi kediamannya yang luluh lantak akibat dihantam angin puting beliung

Habibah pun hanya bisa menangis sambil menatap puing-puing reruntuhan dari pinggir laut.

"Hari ini, sudah diselamatkan apa yang bisa diselamatkan. Kemudian hanya bisa menatap puing-puing ini," ujarnya, Selaa (2/6/2020).

Menurutnya tak perlu waktu lama untuk membereskan kekacauan yang ada.

"Ga perlu waktu lama, karena memang tidak banyak yang bisa diselamatkan," jelasnya.

Dalam merapikan rumahnya, ia mengatakan dirinya dibantu oleh warga sekitar.

Tinggal Puing

Satu unit rumah semi permanen di Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung tinggal puing akibat dihantam hujan deras disertai angin puting beliung yang terjadi pada Senin, (1/6/2020) sore.

Menurut, Habibah, pemilik rumah, kejadian nahas yang dialaminya tersebut terjadi secara spontan.

"Kemarin, sekitar jam 2 sore tiba-angin kencang menghantam rumah. Memang sebelum itu saya sempat melihat ada pusaran angin puting beliung dari daerah laut," kata dia.

"Semua terjadi tiba-tiba. Saya hanya sempat menyelamatkan badan tanpa sempat berfikir mengamankan harta benda," tambahnya

Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id, Selasa (2/6/2020), hanya tersisa puing-puing kayu yang berasal dari reruntuhan rumah tersebut.

Adapun lokasi rumah itu tepat bersampingan dengan batas laut.

Bahkan beberapa bagian rumah tersebut berada di atas permukaan air laut.

"Semua barang dan surat-surat penting hilang semua karena diterbangkan angin sebelum semuanya tenggelam di laut," ucapnya.

Sosok perempuan yang berprofesi sebagai penjemur ikan teri tersebut mengaku hanya bisa menyelamatkan beberapa pasang pakaian, barang-barang berat dan benda-benda yang mengapung.

"Sisa pakaian, kursi sama barang-barang lain yang mengapung," sebutnya.

Sementara, untuk tempat tinggal dirinya mengatakan untuk beberapa saat akan tinggal bersama orangtuanya.

Sebagai informasi tambahan, Senin 25 Mei kemarin daerah tersebut juga tertimpa bencana banjir akibat hujan deras.

Adapun banjir tersebut dikonfirmasi merendam seluruh wilayah hingga memiliki ketinggian sampai lutut orang dewasa.

Cerita Warga Detik-detik Angin Puting Beliung Menggulung Rumah di Tulangbawang, Ada Awan Hitam Pekat

Warga Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Aliudin, menceritakan, bagaimana detik-detik pusaran angin puting beliung menggulung kawasan pemukiman warga di Banjar Agung, Rabu (20/05/2020) sore.

Suara gemuruh disertai hujan deras dengan cepat menghempas pepohonan, bangunan serta genting rumah warga.

Menurut Aliudin, peristiwa mengerikan itu bermula sekira pukul 14.25 WIB.

Saat itu, dirinya mengaku kaget melihat awan hitam pekat menyerupai badai berhembus ke arah pemukiman warga.

Aliudin ketika itu sedang berada di dalam rumah.

Tak lama kemudian, hujan deras mengguyur kawasan pemukiman warga disertai kilatan petir.

Tiba-tiba muncul suara gemuruh dan hempasan angin kencang.

"Suaranya makin kencang dan terdengar bunyi-bunyi dan suara benturan di luar rumah," kata Aliudin menceritakan, Kamis (21/5/2020).

Sedetik kemudian, kata Aliudin, terdengar suara benturan keras di atas rumahnya dan halaman rumahnya.

Bersamaan dengan itu, genting rumahnya berhamburan terbang ke atas.

"Saya baru sadar saat itu saya lihat dari dalam rumah rupanya ada angin kencang atau angin puting beliung."

Awan hitam pekat yang muncul di atas kawasan Tulangbawang sebelum angin puting beliung menghempaskan atas ratusan rumah warga, Rabu (20/5/2020) sore. Cerita Warga Detik-detik Angin Puting Beliung Menggulung Rumah di Tulangbawang, Ada Awan Hitam Pekat.
Awan hitam pekat yang muncul di atas kawasan Tulangbawang sebelum angin puting beliung menghempaskan atas ratusan rumah warga, Rabu (20/5/2020) sore. Cerita Warga Detik-detik Angin Puting Beliung Menggulung Rumah di Tulangbawang, Ada Awan Hitam Pekat. (Dokumentasi Warga)

"Semua yang ada di luar beterbangan. Genting rumah juga ikut terbang," kata Aliudin.

Di saat suara gemuruh itu datang, yang lantas menghempas semua yang ada di bawah pusaran angin, teriakan Allahu Akbar dari orang-orang pun menggema saling bersahutan.

Atap rumah milik Aliudin dan rumah warga lainnya pun berhamburan ke atas.

Berputar menggulung-gulung.

"Orang-orang pada teriak, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Semua ketakutan," kata Aliudin.

Cerita sama juga diungkapkan Heri, warga kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung.

Menurut Heri, pusaran angin puting beliung yang menghembus pepohonan dan bangunan itu terjadi dengan cepat.

Sebelum angin puting beliung menerjang rumah warga, awalnya dia melihat awan hitam pekat menyelimuti langit di atas Pasar Unit 2.

Awan yang berbentuk badai itu juga terlihat dari Lapangan Pasar Unit 2 serta daerah sekitar Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya.

"Nggak lama, kemudian terdengar suara petir dan hujan deras. Beberapa saat kemudian, ada suara gemuruh angin cukup kuat," kata Heri.

Di saat bersamaan gumpalan awan mulai bergerak menggulung di atas rumah warga.

"Saat itulah ada suara-suara berisik di atas atap rumah dan teriakan masyarakat."

"Genting pada berhamburan ke atas," tandas Heri.

Sebelumnya diberitakan, angin puting beliung menyapu rumah warga di beberapa kampung yang ada di Kecamatan Banjar Agung dan Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang, Rabu (20/05/2020) sore.

Angin puting beliung yang datang bersamaan dengan hujan deras yang turun Rabu sore tadi setidaknya memporak porandakan rumah warga di Kampung Tri Mulya Jaya, Tri Tunggal Jaya, dan Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulangbawang.

Kapolsek Banjar Agung Kompol Rahmin menyebut, tiga kampung itu menjadi titik terparah akibat sapuan angin puting beliung.

"Sementara ini tiga kampung yang menjadi titik terparah."

"Data validnya jumlah rumah yang disapu angin puting beliung belum dapat, masih diinventarisir," terang Kompol Rahmin, Rabu malam.

Tarian dan tiupan maut si puting beliung terjadi sekitar pukul 14.20 WIB.

Data sementara yang didapat Tribunlampung.co.id, rumah rusak di Kampung Tritunggal Jaya sebanyak 50 unit, dengan rincian rumah rusak berat sekitar 20 unit, sisanya rusak ringan.

Kemudian, di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya ada sebanyak 40 rumah.

"Datanya belum akurat, belum didata secara keseluruhan."

"Data sementara ada 40 rumah rusak, mayoritas rusak berat."

"Nanti data lengkap dan akuratnya menyusul," ujar Yusman, Kepala Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya.(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved