Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Kembali Melemah, Kepala BEI Lampung: karena Lonjakan Covid-19

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (25/6/2020) pukul 10.36 WIB, di pasar spot rupiah berada pada level Rp 14.150 per dollar AS.

Tribunnews.com/JEPRIMA
Ilustrasi - Pegawai menunjukan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di gerai penukaran uang Ayu Masagung di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Kembali Melemah, Kepala BEI Lampung: karena Lonjakan Covid-19. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot kembali melemah.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (25/6/2020) pukul 10.36 WIB, di pasar spot rupiah berada pada level Rp 14.150 per dollar AS.

Ini menunjukan rupiah melemah 0,14 persen atau 20 poin dibandingkan penutupan sebelumnya yang masih berada di level Rp 14.130 per dollar AS.

Tren tersebut juga hampir sama pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), di mana rupiah sedikit tertekan pada level Rp 14.231 per dollar AS.

Posisi ini melemah jika dikomparasikan dengan hari sebelumnya yang berada pada level 14.160 per dollar AS.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi  mengatakan, sentimen negatif tersebut sebagai dampak dari kondisi Amerika yang belum move on dari pandemi Covid-19

Rupiah Jumat 20 Maret 2020 Pagi Sentuh Rp 15.962 per Dollar AS

Liga Inggris Kehilangan Lebih dari 1 Miliar Dollar AS, Banyak Klub Alami Kerugian

Pasien Positif Corona di Pringsewu Bertambah 1 Orang, Total 2 Pasien Positif Covid-19

BNNP Lampung Akui Kesulitan Ungkap Bandar Besar Pemilik Sabu 2 Ribu Gram Lebih yang Dimusnahkan

“Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup menguat sekitar 0.23 persen ke level harga Rp 14.130 per dollar AS."

"Penguatan terjadi diperkirakan karena meredanya ketegangan antara AS dan China," kata Hendi, Kamis (25/6/2020).

"Pada perdagangan hari ini, rupiah diyakini akan mengalami pelemahan, beberapa sentimen negatif yang menekan rupiah di antaranya lonjakan kasus positif corona di AS yang belum mereda bahkan memasuki fase yang mengkhawatirkan," imbuh Hendi.

Sementara di sektor pasar, Hendi memprediksi terjadi penguatan akibat dukungan sektor perbankan.

"Di sisi lain, IHSG diperkirakan akan bergerak mix namun cenderung melanjutkan penguatan karena ditopang oleh penguatan sektor perbankan," jelasnya.

"Analis memprediksi bahwa IHSG akan bergerak pada level support 4850 dan level resistance di 5050," pungkasnya.(Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi) 

Penulis: ahmad robi ulzikri
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved