Berita Nasional

Heboh Komunitas Pelakor Indonesia di Facebook, Punya 12 Ribu Anggota

Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan munculnya sebuah grup bernama Komunitas Pelakor Indonesia di Facebook.

Tribun Timur
Ilustrasi - Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan munculnya sebuah grup bernama Komunitas Pelakor Indonesia di Facebook. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan munculnya sebuah grup bernama Komunitas Pelakor Indonesia di Facebook.

Dalam keterangannya, grup tersebut bermaksud mewadahi curahan hati tentang pelakor dan mengunggah foto pelakor yang meresahkan.

Ada beberapa peraturan bagi yang ingin bergabung, seperti dilarang mengunggah foto vulgar dan memberi informasi hoaks.

Bila melanggar, anggota akan dikeluarkan dari grup.

"Group ini adalah ajang silaturahmi untuk para madu dan pembenci pelakor.. shilakan baku hantam di sini asal tidak rasis," tulis keterangan dalam grup Facebook Komunitas Pelakor Indonesia.

Ibu Rumah Tangga Dipenjara 6 Bulan Setelah Hujat Pelakor di Lampung

Tak Terima Suaminya Direbut Wanita Lain, IRT di Bandar Lampung Posting Hujatan di Facebook

Sandiaga Uno: Tiap Hari Dijejelin Konten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Kepala Desa Tewas Ditembak dari Jarak Dekat oleh Mantan Anak Buah

"Dilarang keras mengunggah gambar-gambar tidak senonoh, dilarang ber iklan, dilarang berpolitik, dilarang hoax dan dilarang menebar berita bohong."

"Apabila ada status dan gambar yang tidak berkenan di hati kalian silakan laporkan ke admin, akan kami delete permanen dan dikeluarkan dari anggota group secara tidak hormat.... terimakasih," tutup keterangan tersebut.

Dari penelusuran Tribunnews, hingga Jumat (26/6/2020), grup tersebut memiliki 12 ribu anggota.

Grup tersebut terbuka secara umum hingga siapapun dapat melihat apa yang sedang ramai dibicarakan.

Beberapa postingan mengunggah curhatan tentang kebenciannya pada sosok pelakor.

Namun, para pelakor juga turut mengunggah kekesalannya kepada istri pertama dari suaminya.

Lantas apa yang mempengaruhi orang-orang bergabung dengan grup tersebut?

Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Hudaniah membeberkan sederet alasan orang bergabung dengan grup tersebut.

Menurutnya, dalam ilmu psikologi dalam diri manusia terdapat istilah need atau kebutuhan.

Dalam hal ini, kebutuhan yang dimaksud merujuk pada kebutuhan afiliasi untuk bergabung dengan suatu kelompok.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved