Tribun Bandar Lampung

Budidaya Ikan Cupang Beromzet Puluhan Juta, Warga Way Dadi Pasarkan Ikan hingga Belanda

Sedari kecil Jeco sudah menyukai ikan jenis ini, akan tetapi saat itu hanya untuk aduan ataupun kompetisi.

Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni
Jeconiah Lihkandaw. Budidaya Ikan Cupang Beromzet Puluhan Juta, Warga Way Dadi Pasarkan Ikan hingga Belanda 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Berawal dari hobi dan menyukai ikan cupang sejak kecil Jeconiah Lihkandaw warga Jl. Ryacudu No 27 Way Dadi, Sukarame Bandar Lampung berhasil membudiyakan ikan hias jenis cupang.

Sedari kecil Jeco sudah menyukai ikan jenis ini, akan tetapi saat itu hanya untuk aduan ataupun kompetisi.

Seiring waktu berjalan, Jeco sering memenangkan kejuaraan lomba adu ikan cupang.

Kemudian setelah sering mendapatkan kejuaraan tersebut ia berpikir untuk membudidayakan ikan tersebut untuk menjadi ikan hias.

"Iya kalo suka ikan ini sudah dari kecil dulu, suka ngadu cuman ke sini-sini sering dapet juara saya mikir, kalo ngadu-ngadu terus ini kan judi. Jadi saya berpikir gimana untuk membudiyakan ikan cupang ini," kata Jeco kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (28/6/2020).

Setelah itulah kurang lebih tiga tahun silam ia mulai membudidayakan ikan cupang tersebut.

Cerita Warga Lamtim Sukses Buat Pesawat Remote Jenis Boeing, Firman Belajar Otodidak dari YouTube

Penerimaan Siswa Biling SMP di Bandar Lampung via Online

Kesembuhan Covid-19 di Lampung 78,7%, Reihana: Masyarakat Mampu Kendalikan Virus

Sebagai tahap awal, Jeco membudidayakan ikan cupang itu sebanyak 400 ekor.

Kemudian ikan cupang hasil budidayanya terus bertambah hingga mencapai ribuan.

Dan sudah ia jual ke berbagai wilayah hingga ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Belanda, Prancis, dan Kanada.

Adapun jenis ikan cupang hias yang ia budidayakan ialah cupang jenis giant double tel multi colour, dan ke depannya ia akan membudidayakan cupang jenis giant double tel dt multi colour.

Ikan cupang hasil budidaya Jeco
Ikan cupang hasil budidaya Jeco (Tribunlampung.co.id/Deni)

Jeco menjelaskan, ikan cupang siap jual berusia kurang lebih lima bulan.

"Iya kurang lebih 5 bulan baru bisa dijual. Untuk harga, tergantung dari warna ikan cupang tersebut," kata Jeco.

Selama pandemi Covid-19 ini penjualan ikan hias jenis cupang miliknya justru meningkat.

Bahkan ikan hias milik Jeco ini bisa mencapai jutaan rupiah bahkan belasan juta tergantung corak warna dan lainnya.

"Selama pandemi ini meningkat penjualan, karena orang pada di rumah aja mungkin butuh hiburan. Omsetnya kurang lebih Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per bulan. Kalo yang masih baby itu Rp 500 ribu, kalo yang super bisa sampai Rp 6 jutaan bahkan lebih," ungkapnya.

Jeco mengaku, menjual ikan hias hasil budidayanya melalui online baik itu melalui Instagram, Facebook, ataupun datang langsung ke tempat budidaya miliknya.

Untuk suka duka, Jeco mengaku sering kesulitan untuk mencari pakan untuk ikan cupang miliknya.

"Iya paling nyari makannya daun ketapang itu kan dari alam, kalo nggak ada ya kita beli di penjual. Kalo untuk bibit dari Jakarta sama dari luar juga," ujarnya.(Tribunlampung.co.id/muhammad hardiansyah kusuma)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved