Breaking News:

Tribun Pesisir Barat

Mencicipi Nikmatnya Sate Ikan Blue Marlin di Pondok Kuring Pesisir Barat

Pondok Kuring, salah satu rumah makan yang terletak di jalan lintas Barat Krui, Pesisir Barat.

Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama
Pemimpin Umum Tribun Lampung Hadi Prayogo (2 kanan) dan Pemimpin Redaksi Andi Asmadi (kanan) saat mencicipi Sate Ikan Blue Marlin di Pondok Kuring Pesisir Barat, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESISIR BARAT - Pondok Kuring, salah satu rumah makan yang terletak di jalan lintas Barat Krui, Pesisir Barat.

Rumah makan ini tak asing lagi bagi masyarakat sekitar dengan menyajikan kuliner khas dengan sebutan lokal sate ikan tuhuk dan sop ikan tuhuk alias ikan Blue Marlin yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.

Pada satu kesempatan segenap jajaran pimpinan Tribun Lampung menyempatkan untuk mencicipi masakan khas Rumah Makan Pondok Kuring itu.

Di antaranya, Pemimpin Umum Tribun Lampung Hadi Prayogo, Pemimpin Redaksi Andi Asmadi, News Manager Yoso Muliawan dan Advertising Manager Widoyo, serta Online Manager Ridwan Hardiansyah.

Konon, masakan khas Pesisir Barat sate ikan Blue Marlin ini satu-satunya hanya ada di Pondok Kuring.

Hadi Prayogo yang penasaran dengan ikan tuhuk alias Blue Marlin itu pun langsung melihat dan tak segan memotretnya untuk dokumentasi.

"Satu-satunya ini yang ada di Pesisir Barat, ikan Blue Marlin, mau saya foto dulu," kata Hadi Prayogo saat mampir di Pondok Kuring, Selasa (30/6/2020).

Rumah Makan Pondok Kuring ini berdiri pada 2007 silam milik Edi Suretno.

Yenti Misnoni, isteri Edi Suretno membenarkan sate ikan Blue Marlin hanya dimasak di Pondok Kuring.

Kata Yenti, masakan khas Pesisir Barat itu, kian ramai diminati oleh masyarakat lokal maupun dari luar daerah.

"Ada sate ada sop ikan tuhuk, atau Blue Marlin. Alhamdulilah banyak yang suka orang-orang sini sama luar daerah juga," ujarnya.

Yenti menerangkan, sate ikan tuhuk dicampur bumbu kacang tidak kalah nikmatnya dengan sate kambing.

Daging Blue Marlin yang padat dan kenyal sehingga tidak hancur saat ditusuk dan dibakar.

"Memang enak banyak yang suka, setiap tusuk satenya ada lima potong daging, kalo seporsinya ada 10 tusuk," jelasnya.

"Sate ini dihidangkan lengkap dengan bumbu kacang, kecap, irisan bawang merah, dan taburan bawang," imbuhnya.(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved