Breaking News:

Langkah Atasi Workaholic atau Bekerja Terlalu Berlebihan 

Workaholic adalah bekerja terlalu berlebihan tanpa mengenal waktu, hingga tidak mempedulikan kesehatan, kondisi fisik..

Intisari online
Ilustrasi - Langkah Atasi Workaholic atau Bekerja Terlalu Berlebihan  

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Workaholic adalah suatu kondisi mengarah ke gangguan mental, yang dialami beberapa orang.

Workaholic adalah bekerja terlalu berlebihan tanpa mengenal waktu, hingga tidak mempedulikan kesehatan, kondisi fisik, dan bahkan tidak mempedulikan hubungan dengan orang sekitar.

Workaholic jangan dibiarkan terus terjadi, karena akan menyebabkan orang yang mengalaminya sakit-sakitan dan hubungan dengan orang sekitarnya terganggu.

"Jika merasa mengalami workaholic, sebaiknya sharing dengan orang terdekat dan tenaga profesional yakni psikolog dan psikiater," urai Kaprodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati, S.Psi, M.Psi.

Selain itu, juga harus melakukan hobi atau kegiatan lain yang bisa mengalihkan pikiran misalnya dengan melakukan kegiatan bersama dengan teman.

"Bisa berpesan ke teman, kalau ada kegiatan aku diajak dong. Kalau sudah diajak, kita harus mau melakukan kegiatan itu dan melupakan keinginan untuk bekerja. Jangan tolak ajakan itu dan justru memilih bekerja," ujar Octa.

Ciri-ciri Orang Alami Workaholic dan Penyebabnya 

Gejala dan Faktor Risiko Diabetes Militus Tipe Dua yang Bisa Sebabkan Kematian 

Hati-hati, Bersepeda Pakai Masker Bisa Picu Kematian Mendadak 

Agar semakin banyak melakukan kegiatan dengan teman, harus bisa terus menambah teman, dan jangan temannya itu-itu saja.

Sebab biasanya orang yang workaholic pertemanannya sempit, karena dunianya hanya kantor dan rumah. Bahkan dirumah pun dia masih bekerja.

Untuk teman-teman orang workaholic harus peduli dengan orang ini.

Kepedulian bisa ditunjukan dengan mendengarkannya saat sedang sharing, dan membantunya mengalihkan pikiran dengan mengajaknya melakukan berbagai kegiatan.

Selain teman, keluarganya juga bisa mengajaknya untuk melakukan berbagai kegiatan, dan membujuknya untuk bisa belajar mengatur waktu kapan harus bekerja dan kapan harus istirahat supaya dia tidak sakit.

Untuk pimpinan tempat orang workaholic bekerja harus peka dengan keadaan orang ini.

Kalau melihatnya sudah bekerja terlalu berlebihan hingga menyebabkan dia sakit, bisa jadi dia adalah workaholic.

Sebaiknya berikan dia cuti, agar dia bisa berlibur, mengalihkan pikiran, dan bisa konsultasi ke tenaga ahli.(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved