Breaking News:

Gejala dan Cara Mencegah Terpapar Bakteri Listeria yang Ditemukan Pada Jamur Enoki

Belum lama ini masyarakat dihebohkan dengan adanya bakteri listeria pada jamur enoki.

Google
Ilustrasi - Jamur enoki. Gejala dan Cara Mencegah Terpapar Bakteri Listeria yang Ditemukan Pada Jamur Enoki 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Belum lama ini masyarakat dihebohkan dengan adanya bakteri listeria pada jamur enoki yang ditemukan oleh Kementerian Pertanian.

Temuan itu membuat Kementerian Pertanian mengambil langkah untuk memusnahkan jamur asal Korea Selatan itu.

dr Aldo Aprizo dari JMC (Jaya Agung Medical Center) Lampung Timur mengatakan, langkah Kementerian Pertanian memusnahkan jamur enoki, karena khawatir bakteri listeria ada di banyak jamur enoki.

"Sebenarnya tidak semua jamur enoki ada bakteri listeria, tapi untuk lebih amannya memang harus dimusnahkan semua, karena tidak tahu bakteri listeria ada dijamur enoki yang mana," kata dr Aldo

Menurut dr Aldo, bakteri listeria bukan hanya bisa menempel di jamur enoki, tapi juga bisa menempel dijamur lain atau tumbuhan lain.

Apalagi jika tumbuhan itu tumbuh di tempat yang lembab dan kotor, yang merupakan sarang bakteri, kemungkinan tumbuhan itu terkena bakteri listeria semakin besar.

Bakteri listeria jika masuk ke tubuh manusia, tanda khasnya adalah panas yang muncul lima hari setelah tubuh kemasukan bakteri tersebut.

"Panasnya berlangsung naik turun, namun saya masih belum tahu apakah panasnya ketika siang hari atau malam hari," ucap dr. Aldo

Berbeda dengan virus, yang bisa langsung membuat tubuh panas dalam waktu singkat, dan panasnya berlangsung tinggi terus menerus.

Kalau sudah ada tanda khas di tubuh, sebaiknya langsung datang ke dokter, untuk diberikan obat antibiotik untuk mematikan bakteri listeria.

Sebab, bakteri listeria atau bakteri apapun tidak bisa dimatikan hanya dengan obat-obatan yang dijual bebas di apotek.

Namun saran dr Aldo lebih baik mencegah daripada mengobati.

Caranya dengan mencuci hingga bersih, dan memasak hingga matang makanan apapun yang ingin dimakan, sebab bakteri akan mati jika terkena suhu panas saat memasak. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved