Kilas Balik Jaka Utama, Klub Sepak Bola Lawas Lampung

klub Jaka Utama ini diresmikan sekitar tahun 1970 silam. Jaka Utama dulu juara Galatama pada tahun 1981 mendapatkan medali emas di PON.

Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Reny Fitriani
Facebook
Adolf Hidayatullah pengamat sepakbola Lampung. Kilas Balik Jaka Utama, Klub Sepak Bola Lawas Lampung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Hardiansyah Kusuma

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Awal munculnya sepak bola di Provinsi Lampung diawali dengan klub sepak bola Persil (Persatuan Sepak Bola Lampung).

Klub ini sudah lama ada sejak zaman sebelum kemerdekaan yang lalu, dari PSSI yang bernama Pomda dan sekarang Asprov.

Adolf Hidayatullah selaku pengamat sepak bola di Lampung, yang juga sebagai wakil ketua umum Asprov PSSI Provinsi Lampung, mengatakan, dulunya Persil merupakan klub yang kuat dan bertanding di lapangan Enggal Bandar Lampung.

Klub ini bermain di lapangan Enggal Bandar Lampung yang saat ini menjadi Taman Gajah.

"Syahroedin dulu juga pemain Persil, konteksnya dulu karena masih Komda belum kompetisilah bahasanya pada jaman itu,"

"Kemudian ada yang namanya Galatama (Liga Sepak Bola Utama) dan dibuatlah klub yang bernama Jaka Utama, Jaka Utama ini dulu inisiatornya pak Marzuli Warganegara," ungkapnya kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (14/7/2020).

Lanjutnya klub Jaka Utama ini diresmikan sekitar tahun 1970 silam.

"Kalo untuk Persil si tahun 1940-1950 an," tambahnya.

Lanjutnya karena Jaka Utama mengikuti Galatama yang pada zaman itu disebut liga profesional, dan lapangan Enggal tidak lagi disebut representatif dan dibuatlah lapangan di Pahoman.

Yang sekarang dikenal dengan Stadion Pahoman.

"Inisiatornya banyak sebenarnya salah satunya yang baru meninggal kemarin Subkhi E Harun (mantan wakil gubernur Lampung) dan ketua Jaka Utama pertama almarhum ayah ku M. Harun Muda Indrajaya, dan sekretarisnya Prof Sunarto," ungkapnya.

Jaka Utama dulu juara Galatama pada tahun 1981 mendapatkan medali emas di PON.

"Sampai saat ini prestasi itu belum bisa (ditandingi), karena itu kalo kita juara Galatama itu artinya kita juara Liga kasta tertinggi pada zaman dulu, dapet emas PON lagi, " jelasnya.

Informasi dihimpun Kiprah Jaka Utama di Gelaran Galatama memang tidak gemilang.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved