Idul Adha 2020
Imbau Tak Konsumsi Hati Hewan Kurban, Kadis Pertanian dan Peternakan Khawatir Ada Cacing
Agustini pun meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi hati hewan kurban, baik hati sapi maupun kambing.
Agustini memastikan bahwa pihaknya akan memeriksa seluruh hewan kurban.
"Pemeriksaan antemortem dilakukan untuk melihat apakah hewat kurban sehat atau tidak. Sejauh ini pemeriksaan memang sudah dilakukan, dan kami belum menemukan ada hewan kurban yang tidak sehat," katanya.
"Pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga nanti saat daging kurban dipotong dan dikemas," sambungnya.
Sebelumnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lampung memastikan ketersediaan stok hewan kurban untuk Idul Adha 1441 hijriah aman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakeswan Lampung Lili Mawarti mengatakan, stok sapi siap untuk kurban ada 16.123 ekor.
"Jumlah itu di luar dari stok sapi yang ada di 11 perusahaan penggemukan sapi (feedloter). Di mana stok sapi di feedloter sebanyak 26.016 ekor," kata Lili kepada Tribun, Minggu (5/7/2020) lalu.
Sehingga jika ditotal maka ada 42.139 ekor sapi yang telah disediakan oleh Pemprov Lampung untuk Hari Raya Idul Adha.
Sedangkan untuk kambing totalnya ada sekitar 68.937 ekor.
Menurut Lili, untuk memastikan hewan kurban yang akan dijual itu aman dan sehat, maka pada minggu pertama di Juli ini, tim dari Disnakeswan akan melakukan pengawasan secara langsung ke lapangan.
Tim tersebut terdiri dari 803 dokter hewan dan 48 relawan yang terlatih. Lalu tim paramedis veteriner 154 orang, dan ada 491 orang dari tim teknis tenaga kesehatan hewan.
Kemudian ada juga dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Lampung yang melakukan pengawasan di setiap daerah untuk hewan kurban tersebut.
Sosialisasi Protokol Kesehatan
Tak hanya cek kesehatan hewan kurban, tim yang diturunkan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bandar Lampung juga untuk sosialiasi protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bandar Lampung Agustini mengatakan, perbedaan pengawasan dibandingkan tahun sebelumnya lebih ke penerapan protokol kesehatan karena situasi pandemi Covid-19.
"Kita melakukan pengecekan ke kawan-kawan penjualan hewan kurban. Mengecek kondisi hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan termasuk kondisi kesehatannya," ungkap Agustini, Selasa (14/7/2020) lalu.
Hewan yang sudah dilakukan pengecekan, terusnya, akan ditempel stiker.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kepala-dinas-pertanian-dan-peternakan-kota-bandar-lampung-agustini-a.jpg)