Dampak Covid-19, Hotel-hotel Bintang di Lampung Beri Diskon 50 Persen
Sejumlah hotel berbintang di Bandar Lampung terpaksa memutar otak agar bertahan di tengah pandemi corona yang masih berlangsung.
Sejumlah hotel di Lampung pun terpaksa menutup sementara hotelnya guna menghindari penyebaran virus corona.
Namun kata Faizal, memasuki Mei, ketika pemerintah melakukan pelonggaran kebijakan, industri perhotelan mulai bangkit.
Aktivitas ekonomi mulai berjalan, dan beberapa hotel bintang yang semula tidak menerima kunjungan tamu, kembali membuka hotelnya.
"Terbukti, pada Mei 2020, tingkat penghunian kamar hotel ini naik tipis 0,44 persen dibanding April 2020. Ini menunjukkan ada tren positif pada industri perhotelan di Lampung," kata dia.
Masih Sulit
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung menilai kondisi sulit masih akan dialami pelaku usaha perhotelan hingga akhir tahun 2020.
Sekretaris PHRI Lampung Friandi Hendrawan mengatakan, hingga Mei 2020, hotel di Lampung masih tutup semua, kecuali beberapa hotel seperti Novotel.
Untuk itu, ia ingin mengoreksi sedikit data yang dirilis BPS Lampung.
"Sheraton tutup, Swiss-Belhotel tutup, semuanya tutup. Gimana BPS bisa bikin data," kata Didi, sapaan akrab Friandi Hendrawan.
Tren mulai terisinya kamar hotel diakuinya terjadi sejak efektif dibuka kembali Juni 2020.
Namun angkanya belum signifikan.
Faktornya, karena pandemi ini di sebagian daerah belum menunjukkan tren menurun.
Ia menjelaskan, sumber pendapatan hotel berasal dari belanja pemerintah sebesar 50 persen.
Kemudian korporasi 20-25 persen, sisanya baru lain-lain.
Jika belanja pemerintah belum berjalan, okupansi hotel tidak akan berubah signifikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/novotel-lampung_20170516_135644.jpg)