Perilaku Seks Menyimpang di Balam
VIDEO Warga Sukarame Digegerkan oleh Aksi Pelaku Eksibisionis
Warga Sukarame, Bandar Lampung, tepatnya di Jalan Pulau Sebesi, digegerkan dengan pelaku eksibisionis.
Penulis: tri prayugo | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dalam video berita YouTube, warga Sukarame, Bandar Lampung, tepatnya di Jalan Pulau Sebesi, digegerkan dengan pelaku eksibisionis.
Eksibisionis adalah perilaku seks menyimpang dari seseorang yang memiliki fantasi atau keinginan untuk memperlihatkan alat kelaminnya pada orang-orang yang tidak dikenal tanpa persetujuan dari orang tersebut.
Peristiwa ini pun viral di media sosial Instagram dan banyak dilihat serta menuai puluhan komentar.
Pantauan Tribunlampung.co.id, dalam rekaman video pelecehan ini, Minggu, 2 Agustus 2020, nampak seorang pria berumur mengendarai sepeda motor Suzuki Smash.
Pria tersebut hanya menggunkan kaos warna putih dan bercelana pendek.
Tonton video beritanya dibawah ini.
Mulanya, pria tersebut memasuki lorong gang di Jalan Pulau Sebesi, namun tak berapa lama ia berputar balik.
Setelah itu, pria tersebut berhenti di depan sebuah rumah yang tengah berkumpul sejumlah perempuan.
• VIDEO Artis Irish Bella Nangis Histeris saat Suami Beli Sate Hewan Kesayangan Ibel
• VIDEO Reaksi Aurel Hermansyah saat Atta Halilintar Tiba-tiba Sebut soal Mengundang Krisdayanti
• Pelaku Eksibisionis di Bandar Lampung Buntuti Korbannya saat Beli Makan di Jalan Pulau Sebesi
• Lesty Kejora Dapat Pesan dari Ivan Gunawan Soal Kebaya Akad Nikah
Secara tiba-tiba pria tersebut pun mengeluarkan alat kelaminya dan melakukan masturbasi sendiri.
Alhasil prilaku menyimpang ini membuat kaget sejumlah perempuan yang tengah berkumpul.
Mengetahui perbuatannya dipergoki pria tersebut langsung berusaha lari.
Renny saksi mata menyebutkan peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2020 sekira pukul 14.30 WIB.
"Iya benar kejadian kemarin, di sini (depan rumah)," ungkapnya, Minggu 2 Agustus 2020.
Suka Pamer
Polisi mengungkap kasus pembunuhan seorang siswi SMA, yang dilaporkan hilang sejak dua bulan silam.
Siswi SMA bernama Astrid Aprilia (15) itu, diduga diculik dan dibunuh oleh Yo, seorang sopir angkot langganannya.
Yo diduga mempunyai perilaku seks menyimpang.
Berikut, fakta-faktanya sebagaimana dilansir Kompas.com:
1. Diduga idap kelainan seksual
Polisi mendeteksi hal itu dari panggilan telepon video call aplikasi WhatsApp menggunakan ponsel Astrid.
"Pelaku ini sering melakukan video call dengan nomor-nomor cewek yang didapatkan dari grup sekolah yang ada di HP milik korban dengan memperlihatkan alat kemaluannya," kata Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma.
Melalui ponsel Asrid, Yo menelepon teman-teman Astrid dan menunjukkan kemaluannya pada mereka.
Seorang paman Astrid Hendri mengaku mendapat telepon dari nomor Astrid.
"Ada beberapa kali panggilan video call dari nomor korban dan saat diangkat ada orang yang menampakan alat kemaluannya, kemudian kami melakukan pelacakan dan kemudian berhasil ditangkap polisi," katanya.
2. Ditemukan tengkorak, keluarga tak yakin
Tengkorak dan tulang kaki diduga Astrid ditemukan di Jembatan Air Merah, Rejang Lebong, Bengkulu pada Selasa (21/1/2020).
Polisi menemukan tengkorak itu dari pengakuan pelaku, Yo.
Yo mengaku telah menculik, membunuh dan membuang jasad pelajar SMA tersebut.
Namun, nenek Astrid Aprilia, Nurhayati (65) mengaku tak yakin tengkorak tersebut adalah Astrid.
Alasannya, rambut pada tengkorak sudah lapuk. Selain itu, banyak gigi tengkorak yang sudah rontok seperti sudah lama meninggal.
Sedangkan menurut keluarga, Astrid baru menghilang dua bulan lalu.
"Nenek belum yakin, kalau sudah ada aslinya nenek baru yakin, mudah-mudahan bukan Astrid," katanya.
3. Diculik dan dibunuh
Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika mengatakan, sebelum dibunuh, Yo sempat menculik Astrid.
"Berdasarkan keterangan pelaku, korban diculik pada November 2019, korban sempat disekap di rumah pelaku," ungkapnya.
Yo pun sempat meminta uang tebusan sebanyak Rp 100 juta pada keluarga Astrid.
Namun ia malah membunuh Astrid di rumahnya.
"Lalu pada penyidik pelaku mengaku membuang potongan kepala dan jasad korban di sungai," ujar dia.
TONTON JUGA:
4. Telusuri jejaring sosial
Setelah menghilang, jejaring sosial Astrid diketahui masih aktif.
Dari penelusuran itu, polisi kemudian meringkus Yo. Saat ditangkap, Yo mengaku telah menculik dan membunuh Astrid.
"Untuk saat ini motifnya masih penculikan dan pembunuhan, untuk motif lainnya masih kami dalami," kata Kapolres.
(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)
Artikel ini telah tayang palembang.tribunnews.com
Videografer Tribunlampung.co.id/Tri Prayugo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/warga-sukarame-digegerkan-oleh-aksi-pelaku-eksibisionis.jpg)