Tribun TV Lampung
Gejala dan Cara Penanganan Covid-19 Pada Anak
dr Roro Rukmi Windi Perdani dari RS Anugerah Medika mengatakan, diantara pasien Covid-19 ada yang usianya masih anak-anak, bahkan ada yang masih bayi
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Indonesia saat ini sedang dilanda pandemi Covid-19, bahkan jumlah pasien Covid-19 sudah menyentuh angka di atas 100 ribu orang.
dr Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugerah Medika mengatakan, diantara pasien Covid-19 ada yang usianya masih anak-anak, bahkan ada yang masih bayi.
Penularan Covid-19 pada anak-anak pada dasarnya sama dengan orang dewasa, yakni melalui droplet, atau percikan air ludah.
Selain itu penularan juga bisa melalui bersentuhan langsung dengan penderita covid-19, atau memegang benda yang belum lama dipegang penderita covid-19.
"Belakangan ini banyak diberitakan kalau penularan bisa melalui udara, hal ini masih dalam penelitian, dan WHO sampai saat ini belum menyatakan penularan covid-19 melalui udara," urai Roro dalam webinar dengan Tribun Lampung Rabu, 5 Agustus 2020.
TONTON di SINI: Gejala dan Penanganan Covid-19 pada Anak
Begitupun penularan ibu ke bayi yang dikandungnya hingga saat ini masih dalam penelitian, dan belum ada data yang mendukung.
Gejala covid-19 pada anak-anak, tidak khas seperti orang dewasa.
Yakni ada asimptomatis (tanpa gejala), gejala ringan, gejala sedang, dan gejala berat, bahkan ada juga gejala kritis
Meskipun anak-anak itu asimptomatis, tapi anak-anak masih bisa menularkan ke orang lain, termasuk ke orang dewasa.
Untuk anak-anak positif covid-19 yang asimptomatis dan gejala ringan, hanya isolasi mandiri dirumah, tapi untuk gejala berat harus dirawat diruang isolasi dirumah sakit
Untuk mencegah covid-19 pada anak, caranya dengan mengajak anak untuk menjaga pola hidup sehat, seperti makan makanan yang bergizi dan rajin mencuci tangan.
Lalu sebisa mungkin anak lebih sering berada di rumah, agar tidak bertemu banyak orang.
"Untuk sekolah kami sangat menganjurkan agar untuk saat ini jangan ada sekolah tatap muka, tapi sekolah jarak jauh dengan daring," ucap dr Roro. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-roro-aa.jpg)