Harga Emas Rp 1 Juta, Baiknya Beli atau Jual?

Assistant Manager II PT Pegadaian (Persero) Area Lampung Hendra Fahlevi mengungkapkan beberapa alasan mengapa investasi emas tetap bisa dilakukan mesk

Tayang:
Penulis: ahmad robi ulzikri | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi
Assistant Manager II PT Pegadaian (Persero) Area Lampung Hendra Fahlevi menjadi narasumber acara Tribun TV Lampung bertema Investasi Emas di Tengah Pandemi, Sabtu (8/8/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Melambungnya harga emas hingga di atas Rp 1 juta per gram membuat sebagian orang bertanya apakah ini saat yang tepat untuk memulai investasi.

Atau, malah melepas emas yang dimiliki?

Assistant Manager II PT Pegadaian (Persero) Area Lampung Hendra Fahlevi mengungkapkan beberapa alasan mengapa investasi emas tetap bisa dilakukan meski saat kondisi pandemi Covid-19.

“Ketika masa pandemi, ada beberapa alasan berinvestasi emas. Pertama, mempersiapkan masa pensiun yang bahagia. Kedua, untuk kebutuhan dana darurat, misalnya sakit, biaya liburan, dan lain-lain. Jika tidak punya perencanaan yang baik, otomatis dana yang ada akan tergerus untuk menutupi itu. Maka di sini pentingnya investasi,” jelasnya dalam acara Tribun TV Lampung bertema Investasi Emas di Tengah Pandemi, Sabtu (8/8/2020).

Kendati demikian, Hendra juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan instrumen untuk berinvestasi.

TONTON JUGA:

“Kita harus benar memilih kriteria instrumen yang tepat untuk investasi. Pertama, melihat track record company profile, seperti payung hukum dan penjamin lembaga. Kedua, seberapa besar feedback yang kita dapatkan dalam investasi, yaitu logis dan nilai inflasinya,” terang Hendra.

“Ada banyak pilihan, mulai dari tabungan perbankan, deposito, properti, dan salah satu invetasi yang likuidnya paling mudah yaitu investasi emas,” imbuhnya.

Selain itu, Hendra juga memberikan tips perhitungan yang tepat bagi pemula saat memutuskan untuk memulai berinvestasi logam mulia.

Harga Emas Rp 1 Juta, Nasabah Ramai-ramai ke Pegadaian

Harga Emas Tembus Rp 1,028 Juta per Gram, PT Aneka Tambang Maksimalkan Bisnis Logam Mulia

Jadi Partner Baznas, Bank Muamalat Sediakan Aplikasi Ziswafqu

Promo HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020, Ayam CFC, Roti BreadTalk hingga Chatime

“Untuk pemula yang ingin memulai investasi harus mengukur pendapatan rutin dengan empat bagian. Pertama, yaitu 10 persen nilai sosial (sedekah dan lain-lain), 30 persen tabungan, 20 persen investasi, 40 persen biaya hidup. Jadi jika investasi jangan melebihi 20 persen nilai pendapatan karena akan mengganggu cashflow yang lainnya,” beber Hendra.

“Kita ketahui bahwa tren emas dalam 10 tahun terakhir selalu naik, bukan hanya karena pandemi ini saja,” jelasnya.

Hendra juga mengatakan, berinvestasi emas tidak perlu menunggu harga emas naik ataupun turun. 

“Untuk pemula yang ingin berinvestasi jangan ketika harga emas naik ataupun ketika harga turun. Tetapi saat kita ada uang, itulah kita mulai berinvestasi,” terang Hendra.

Pegadaian sendiri memiliki beberapa sistematika berinvestasi emas, seperti cash (tunai) dan cicil.

“Ada produk yang bisa kita tawarkan untuk pemula di tabungan emas Pegadaian. Sama seperti tabungan perbankan. Bedanya di akad yaitu kita beli titip dan jual. Kalau di perbankan kita menabung rupiah, sedangkan di emas nilai rupiah langsung kita konversikan harga 1 gram emas,” jelas Hendra.

“Pertama, dengan cara cash, yaitu prinsip ada uang ada barang. Kedua, ada cara cicilan baik dengan cara perseorangan maupun dengan cara arisan,” sambungnya.

Hendra menjelaskan, tren kenaikan harga emas beberapa waktu belakangan disebabkan oleh hukum permintaan yang terus bergerak naik.

“Kenaikan harga emas tidak lagi dipengaruhi oleh kurs dolar (AS), tetapi dipengaruhi hukum permintaan. Semakin tinggi permintaan dan stok barang terbatas, maka harga akan naik, dan tren dari tahun ke tahun terus menaik,” kata Hendra. (Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved