Berita Nasional
Jenderal Andika Minta Kawal Ketat Istri Praka M Arifin
Menurut Andika, Intan Sari dengan kondisinya saat ini tidak memungkinkan apabila dipindahkan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa, meminta jajarannya mengawal ketat istri prajurit TNI Praka M Arifin, Intan Sari.
Pengawalan ketat tersebut perlu diberikan kepada Intan Sari karena dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.
Andika juga meminta Kakesdam VI Mulawarman, Kolonel Ckm Puguh Santoso, untuk melaporkan setiap perkembangan kondisi Intan kepadanya.
Menurut Andika, Intan Sari dengan kondisinya saat ini tidak memungkinkan apabila dipindahkan.
Perlu komunikasi terlebih dahulu.
Karena itu, yang bisa dilakukan untuk saat ini yakni dengan memberi obat-obatan dan plasma convalescent.
• Ngaku Tak Punya Kerjaan, Residivis di Lampung Tengah Curi Motor Lalu Dijual Rp 3 Juta
• Al Gazali Tak Beranjak Saat Didatangi Sandiaga Uno
• VIDEO Artis Celine Evangelista yang Pernah Tertarik Jadi Mualaf
• Sinopsis Samudra Cinta Malam Ini Episode 336 Selasa 11 Agustus 2020 di SCTV, Cinta Hamil?
TONTON JUGA:
"Saya minta dikawal, termasuk Kakesdam kawal. Karena apa, saya ingin tahu perkembangannya," kata Andika dalam sebuah video 60 Detik di akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat, yang diakses pada Selasa (11/8/2020).
Sementara itu, Kakesdam VI Mulawarman, Kolonel Ckm Puguh Santoso, menjelaskan sebelum dinyatakan positif Covid-19, awalnya Intan dilarikan ke Rumah Sakit Tingkat IV Guntung Payung.
Ketika itu, Intan Sari mengeluhkan soal kondisi badannya yang demam, diare, mual, nyeri perut, tanda vital masih normal.
Kemudian, Intan diuji swab dan specimennya dikirim ke RSPAD. Setalah menunggu, ternyata hsilnya positif Covid-19. Intan kemudian dirujuk ke RSUD Ulin dan dirawat di ruang ICU.
"Pagi tadi mendapat kabar dari beliau bahwa kondisi sudah agak lumayan dibanding kemarin,” kata Puguh.
Sedangkan Kepala Bagian Instalasi Anastesi RSPAD, dr Hasyim, mengatakan awalnya Intan hendak dibawa ke RSPAD untuk ditangani tim dokter di sana.
Namun, setelah dilakukan pengecekan lebih jauh kondisi Intan tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi karena fungsi dari parunya sudah tidak dalam kondisi baik.
"Saturasinya memang rendah, karena fungsi dari parunya sudah sangat jelek. Apabila dievakuasi tidak memungkinkan," kata Hasyim.
"Saran kami dirawat di sana, kita akan support segala kebutuhan obat-obatan seperti Plasma Convalescent."
sumber: Kompas TV
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/jenderal-andika-perkasa-menangis.jpg)