Berita Nasional
PKL Menangis Mengaku Diancam Istri Wakapolda: Kamu Gak Akan Bisa Jualan Lagi di Pasar Ini
"Terus ibu itu tidak terima saya tegur, langsung dia jawab. Saya ini istrinya Wakapolda, berani kamu menegur saya. Kamu tidak tahu berurusan dengan si
Sudah mencoba minta maaf
Setelah ibu yang mengaku istri Wakapolda Sumsel itu pergi, Evitasari mencoba membuka dagangannya, tetapi ia dan suaminya mendadak didatangi preman pasar.
Preman pasar tersebut menyarankannya untuk tidak berjualan dulu karena yang ditegur adalah istri Wakapolda Sumsel dan anaknya besan Herman Deru (Gubernur Sumsel).
Ia juga menyarankan agar Evitasari dan suaminya ikut dia untuk "sowan" ke rumah sang ibu untuk meminta maaf.
Evitasari dan suaminya menuruti saran tersebut dan datang ke rumah sang ibu di Makrayu.
Di sana, mereka bertemu sang ibu, tetapi ibu tersebut enggan memaafkan Evitasari.
"Enggak ada maaf-maaf, saya pastikan kamu tidak bisa jualan lagi di Pasar 16 itu.
Peganglah omongan saya. Ibu itu ngomong begitu.
Sudah tidak lama dari situ, saya nangis. Kata suami saya, 'Ya sudah, kita sudah ada iktikad baik mau minta maaf. Kita sudah menjemput, tapi ditolak mentah-mentah oleh ibu itu'," ujarnya.
Tidak bisa jualan
Usai permintaan maafnya ditolak, Evitasari tetap berdagang, tetapi selalu ditutup lantaran didatangi preman dan Satpol PP.
"Ada datang Pol PP dari provinsi. Dia menyuruh saya harus tutup sekarang juga karena saya sudah menegur istrinya Wakapolda Palembang (maksudnya Wakapolda Sumsel).
Saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi, saya tidak mengerti, saya diancam, kalau enggak tutup saya akan di-LP-kan," ujarnya.
"Saya enggak tahu saya harus gimana. Terus warung saya disuruhnya tutup, sedangkan yang lainnya enggak ada yang tutup.
Cuma saya sendiri, mereka semua mengancam saya tidak boleh lagi jualan di Pasar 16 itu, tidak boleh lagi terlihat di Pasar 16 karena saya sudah berani menegur istri Wakapolda Palembang (maksudnya Wakapolda Sumsel)," ungkap Evitasari sembari menangis tersedu-sedu.