Kadisdag Tanggamus Meninggal di Toilet
RSUD Batin Mangunang Simpulkan Kadisdag Tanggamus Meninggal karena Serangan Jantung
RSUD Batin Mangunang Kota Agung menyimpulkan almarhum Mairosa Meninggal Dunia karena serangan jantung.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - RSUD Batin Mangunang Kota Agung menyimpulkan almarhum Mairosa Meninggal Dunia karena serangan jantung.
Kadisdagkop dan UMKM Tanggamus Mairosa ditemukan Meninggal Dunia mendadak di toilet, Senin (17/8/2020). Almarhum ditemukan pertama kali oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tanggamus Edison dan sejumlah staf tergeletak di toilet.
Menurut dr Mirza, almarhum Mairosa tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan Meninggal Dunia.
Hasil keterangan orang-orang terdekat, yang bersangkutan miliki riwayat sakit jantung.
• BREAKING NEWS Kadis Perdagangan Tanggamus Mairosa Ditemukan Meninggal Mendadak di Toilet
• Pemkot Bandar Lampung Gelar Peringatan HUT Ke-75 RI Secara Virtual
• 4 Kasus Baru Covid-19 di Way Kanan, Hasil Pelacakan Kontak Erat Pasien Positif Nomor 15
• HUT Ke-75 RI, Sebanyak 176 Napi Lapas Way kanan Dapat Remisi Hari Kemerdekaan
"Kalau berdasarkan cerita rekan almarhum, sebelumnya tidak sadarkan diri, lalu ada riwayat jantung juga. Jadi kemungkinan serangan jantung," ujar Mirza, Senin (17/8/2020).
Mirza menambahkan, memang dalam penanganan jenazah saat ini dengan kondisi penyebab kematian belum pasti harus diterapkan protokol kesehatan.
Khususnya petugas medis yang membawa jenazah harus menggunakan APD lengkap.
"Tadi dilakukan swab, sebab kalau rapid sudah tidak akurat lagi karena meninggalnya sudah satu jam, sampel swab dikirim ke RSUD Pringsewu dan petugas yang mengantarkan menggunakan APD," kata Mirza.
Selanjutnya, almarhum Kadis Perdagangan dan UMKM Tanggamus Mairosa disemayamkan di rumah duka di Gang Waru, Jalan Antasari, Bandar Lampung.
Menurut Asisten III Bupati Tanggamus Jonsen Vanesa, sesuai permintaan pihak keluarga, jenazah dibawa ke Bandar Lampung yang diberangkatkan dari RSUD Batin Mangunang, Kota Agung.
"Permintaan keluarga agar almarhum dibawa ke Bandara Lampung dan langsung diberangkatkan," kata Jonsen.
Sepekan Terakhir Masih Sehat
Kondisi Kadisdagkop UMKM Tanggamus Mairosa sepekan terakhir terlihat sehat dan normal.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Tanggamus Ishak.
Kadisdagkop dan UMKM Tanggamus Mairosa ditemukan Meninggal Dunia mendadak di toilet, Senin (17/8/2020). Almarhum ditemukan pertama kali oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tanggamus Edison dan sejumlah staf tergeletak di toilet.
"Selama ini beliau sehat-sehat saja tidak kelihatan sakit, bekerja biasa dan kondisinya juga normal," kata Ishak, Senin (17/8/2020).
Ishak mengaku, meninggalnya Mairosa cukup mengagetkan, karena beberapa hari terakhir tidak menunjukan tanda-tanda sakit atau mengeluhkan adanya gangguan sakit.
Begitu juga dengan pengakuan Edison yang mengaku jika almarhum sebenarnya baik kondisinya.
"Kalau secara kondisi sebenarnya bagus, tetap bisa kerja, kami bercanda, ngobrol. Kalau saya dengan dia memang akrab biasa bareng-bareng," kata Edison.
Hal yang sama juga diungkapkan Mukifli Novem yang belum bisa menerima jika Mairosa meninggal.
Sebab saat akan upacara dan setelahnya masih biasa saja dan bercanda.
"Saya yakin habis ditemukan dia masih hidup, makanya saya usahakan cepat pakai mobil apa saja yang penting bisa dibawa ke rumah sakit," kata Mukifli.
Ia juga mengaku antara dia, Edison dan Mairosa sering bercanda dan mengobrol bareng.
Kaki Gemetar
Pada saat mengikuti upacara bendera di lapangan Pemkab Tanggamus, kaki Mairosa, Kadisdagkop UMKM Tanggamus sudah gemetar.
Kadisdagkop dan UMKM Tanggamus Mairosa ditemukan Meninggal Dunia mendadak di toilet, Senin (17/8/2020). Almarhum ditemukan pertama kali oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tanggamus Edison dan sejumlah staf tergeletak di toilet.
Edison mengungkapkan, Mairosa berdiri tepat berada di belakangnya saat ikut upacara.
"Saya sempat tanya, kenapa kakinya goyang-goyang, ini masih upacara, jangan goyang-goyang."
"Terus dia (Mairosa) jawab, lagi sakit," ujar Edison, Senin (17/8/2020).
Sepengetahuan Edison, Mairosa selama ini memang punya riwayat penyakit jantung.
Sehingga, Edison menduga, almarhum terkena serangan jantung.
Hal tersebut diperkuat dengan mendadaknya Mairosa meninggal.
"Kami sering bersama, sering bercanda dan ketawa-ketawa. Beliau memang punya riwayat penyakit jantung, dan saya yakin itu (serangan jantung) yang menyebabkan meninggal," kata Edison.
Menurut Edison, kondisi Mairosa memang akhir-akhir ini mengeluhkan sering sakit, hal itu dampak dari penyakit jantung yang dideritanya.
"Saya yakin dia (Mairosa) kena (serangan) jantung, bukan lainnya seperti Covid-19."
"Dia tidak pernah kemana-kemana, jarang ketemu orang juga, hanya sama saya ini seringnya," tegas Edison.
Asisten III Setkab Tanggamus Jonsen Vanesa mengatakan, almarhum Mairosa memang miliki riwayat penyakit jantung dan beberapa kali izin untuk pengobatan.
"Memang almarhum punya penyakit jantung dan sering minta izin untuk berobat," kata Jonsen.
Satu Jam di Toilet
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Tanggamus Mairosa diperkirakan 1 jam berada di toilet kompleks perkantoran Pemkab Tanggamus.
Kadisdagkop dan UMKM Tanggamus Mairosa ditemukan Meninggal Dunia mendadak di toilet, Senin (17/8/2020). Almarhum ditemukan pertama kali oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tanggamus Edison dan sejumlah staf tergeletak di toilet.
Edison mengungkapkan, almarhum Mairosa berada di dalam toilet sekira satu jam.
Menurut Edison, ia bersama Mairosa pergi ke toilet seusai mengikuti Upacara Pengibaran Bendera 17 Agustus di lapangan Pemkab Tanggamus.
"Kami ke toilet dulu karena setelah upacara mau tabur bunga ke makam pahlawan."
"Saya masuk toilet satu, dia (Mairosa) toilet sebelahnya," ujar Edison, Senin (17/8/2020).
Setelah itu, kata Edison, ia langsung keluar dan menuju ke Taman Makam Pahlawan Bahagia.
Edison tidak terpikir jika Mairosa masih berada di dalam toilet.
Edison memperkirakan Mairosa sudah keluar toilet dan berangkat ke Taman Makam Pahlawan.
Seusai dari makam pahlawan, dan akan menyaksikan siaran Upacara Detik-detik Proklamasi di kantor Pemkab Tanggamus, Edison kembali ke toilet.
"Saya masih lihat pintu toilet yang tadi dimasuki Mairosa masih terkunci, saya gedor-gedor tidak ada jawaban."
"Saya curiga, jangan-jangan yang di dalam ini masih Mairosa, terus saya minta tolong," terang Edison.
Setelah dilihat dan dipastikan benar, baru disadari jika Mairosa sudah ada dalam toilet tersebut sekira satu jam.
Perkiraan tersebut didasari waktu kegiatan tabur bunga di Makam Pahlawan Bahagia.
"Jadi Mairosa dari awal mau berangkat ke makam sampai saya kembali dari makam belum keluar dari toilet, padahal kegiatan di makam tadi ada sekira satu jam," terang Edison.
Ditemukan Meninggal
Sebelumnya diberitakan, kabar duka kembali datang di Lampung, kali ini di Kabupaten Tanggamus.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Tanggamus Mairosa ditemukan Meninggal Dunia mendadak di toilet, Senin (17/8/2020).
Almarhum diketahui pertama kali oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tanggamus Edison dan sejumlah staf di toilet Sekretariat Pemkab Tanggamus.
"Saya curiga pintu toilet masih terkunci, tadi di dalam ada Mairosa. Lalu saya minta pegawai untuk melihat dari atas, ternyata benar Mairosa," ujar Edison, Senin (17/8/2020).
Setelah itu, lanjut Edison, ia dan staf tersebut langsung mendobrak pintu untuk mengeluarkan dan menggotong pejabat berusia 54 tersebut.
Namun, keduanya tak mampu mengangkat dan akhirnya mencari bantuan untuk membantu mengangkat tubuh Kadisdagkop UMKM tersebut.
Bahkan, Wakil Bupati Tanggamus AM Syafi'i ikut membantu mengangkat tubuh Mairosa.
Mairosa pun langsung dibawa dengan mobil dinas BE 10 V ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung oleh Edison, Mukifli dan Heri Haryadi, staf ahli Bupati Tanggamus.
Sampai di rumah sakit langsung masuk ke IGD lantas dilakukan pengecekan dan dinyatakan Meninggal Dunia sejak awal.
Kadisdagkop dan UMKM Tanggamus Mairosa ditemukan Meninggal Dunia mendadak di toilet, Senin (17/8/2020). Almarhum ditemukan pertama kali oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tanggamus Edison dan sejumlah staf tergeletak di toilet.(tribunlampung.co.id/tri yulianto)