Berita Nasional
Sri Mulyani Sebut Ada Menteri yang Tidak Paham Birokrasi
Beberapa menteri benar-benar baru, saya selalu berpikiran seluruh menteri seperti saya kata Sri Mulyani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati curhat mengenai kinerja menteri di maa pandem Covid-19.
Sri Mulyani mengungkapkan beberapa tantangan selama menghadapi pandemi virus corona (Covid-19), terutama dalam hal serapan anggaran.
Bendahara Negara itu mengatakan, ada beberapa tantangan dalam melakukan percepatan realisasi anggaran.
Satu diantaranya yakni beberapa pejabat menteri yang masih baru dan belum terbiasa dengan birokrasi pemerintahan.
Padahal, di tengah kondisi pandemi pemerintah perlu melakukan kerja cepat untuk mendorong kinerja perekonomian yang tertekan.
"Beberapa menteri benar-benar baru, saya selalu berpikiran seluruh menteri seperti saya, tapi ternyata tidak," jelas Sri Mulyani dalam sebuah diskusi yang diadakan The Jakarta Post, Rabu (19/8/2020).
• Janda Jual Rumah Sekaligus Cari Suami, Bersedia Dinikahi Pria yang Beli Rumahnya
• VIral Pernikahan Empat Pasangan di Bone, Kakak Adik Duduk Bareng di Pelaminan
"Beberapa dari mereka benar-benar baru, tidak semua benar-benar paham birokrasi, beberapa belum pernah bekerja di pemerintah," ujar Sri Mulyani.
Padahal, di situasi pandemi, cara kerja pun turut berubah.
Para menteri dituntut untuk bekerja dari rumah padahal di sisi lain kebijakan terus berubah.
Sri Mulyani pun mengatakan, akibat harus bekerja dari rumah, waktu bekerjanya menjadi 24 jam dalam sehari.
Hampir setiap jam, dirinya harus terus siap untuk mengelola keuangan negara.
Bahkan setiap minggu, pihaknya meminta jajarannya di Kementerian Keuangan untuk memeriksa realisasi belanja.
"Kami bekerja gila-gilaan saat ini, kami harus memeriksa setiap detil," ujar dia.
Untuk diketahui, serapan anggaran belanja pemerintah dalam APBN 2020 hingga pertengahan tahun mencapai Rp 1.068,9 triliun, atau baru 39 persen dari target yang terdapan dalam Perpres 72/2020 yang sebesar Rp 2.739,2 triliun.
Adapun berdasarkan data terakhir per 5 Agustus 2020, serapan anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru 10,5 persen atau sebesar Rp 151,25 triliun dari keseluruhan pagu anggaran yang mencapai Rp 695,2 triliun.