MotoGP 2020

Komentar Valentino Rossi soal Aksi Nekat Maverick Vinales di MotoGP Styria 2020

Valentino Rossi turut berkomentar, usai rekan satu timnya Maverick Vinales melalukan aksi nekat melompat dari motor di tengah race MotoGP Styria 2020.

Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: Daniel Tri Hardanto
AFP
Ilustrasi. Komentar Valentino Rossi soal aksi nekat Maverick Vinales di MotoGP Styria 2020. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pembalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi turut berkomentar, usai rekan satu timnya Maverick Vinales melalukan aksi nekat melompat dari motor di tengah race MotoGP Styria 2020.

Balapan MotoGP Styria 2020 sendiri telah digelar di sirkuit Red Bull Ring, Austria, Minggu (23/8/2020) lalu.

Kendati MotoGP Styria 2020 menyisakan cerita menarik, pasalnya Maverick Vinales terpaksa harus melompat dari tunggangannya ditengah berlangsungnya balapan.

Usut punya usat, ternyata pembalapan berkebangsaan Spanyol tersebut menglami masalah pada sistem pengereman di motor Yamaha YZR-M1-nya.

Usai insiden yang menimpa rekan setimnya, Valentino Rossi turut berkomentar akan hal tersebut.

The Doctor, julukan Rossi, mengatakan dan ikut mengamini bila fungsi rem pada Yamaha YZR-M1, memang tidak terlalu baik pada MotoGP Austria.

Tetapi, Ia tidak memiliki masalah khusus pada balapan MotoGP Styria, setelah beralih ke sistem baru akhir pekan ini.

"Tentang rem, saya mengalami beberapa masalah minggu lalu. Minggu ini kami bekerja keras dengan rem Brembo. Kami menggunakan material yang berbeda dari hari Jumat," kata Rossi dilansir dari Crash.

Usai masalah overheating pada balapan MotoGP Austria, pembalap Yamaha lainnya pindah ke evolusi sistem rem depan Brembo pada MotoGP Styria.

Namun, Maverick Vinales tetap menggunakan rem versi standar yang meledak secara dramatis pada kecepatan 230 km/jam.

Sementara itu, Valentino Rossi, Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli beralih ke sistem rem depan Brembo, yang berevolusi setelah masalah overheating pada MotoGP Austria.

"Pada balapan pertama di Red Bull Ring, remnya tidak fantastis. Tetapi, pada balapan kedua di Red Bulling, fungsi remnya bagus dan saya tidak memiliki masalah khusus. Trek ini sangat parah dengan pengeremannya. Semua orang menderita,” ujar Rossi.

“Jika Anda lihat, semua orang memiliki saluran udara besar di rem. Begitu pula dengan tim pabrikan lain. Sepertinya Yamaha lebih menderita," sambungnya.

Valentino Rossi juga mengungkapkan faktor lain, mengapa sederet pembalap Yamaha mengalami persoalan tersebut.

"Kami mencoba mengerem di lintasan lurus. Motor kami lambat, tetapi bagus dalam pengereman. Jadi, kami mencoba mengerem dengan sangat keras dan kami banyak menekan rem,” imbuh Rossi.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved