Tribun TV Lampung

Dokter RSUDAM Sebut Muncul Gejala Tersembunyi pada Pasien Covid-19 yaitu Happy Hypoxia

Covid-19 belakangan ini memberikan kejutan bagi dunia kedokteran. Sebab, muncul gejala tersembunyi yang belum diketahui yakni happy hypoxia.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Noval Andriansyah
Tangkap Layar Tribun TV Lampung
Dokter Iswandi Darwis, Sp.PD dari RSUDAM. Dokter RSUDAM Sebut Muncul Gejala Tersembunyi pada Pasien Covid-19 yaitu Happy Hypoxia. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Covid-19 belakangan ini memberikan kejutan bagi dunia kedokteran.

Sebab, muncul gejala tersembunyi yang sebelumnya belum diketahui.

Gejala tersebut adalah Happy Hypoxia.

Dokter Iswandi Darwis, Sp.PD dari RSUDAM mengatakan, hypoxia adalah kekurangan oksigen.

Disebut Happy Hypoxia karena ketika mengalami hypoxia tidak ada gejala sesak nafas yang merupakan gejala umum dialami orang yang sesak nafas.

Tidak adanya sesak nafas ini yang membuat orang yang mengalami Happy Hypoxia akan merasa dia masih baik-baik saja.

Padahal sebenarnya tubuhnya sudah mulai mengalami kekurangan oksigen.

"Ini yang bahaya. Dia tidak merasa sesak nafas, tahu-tahu dia meninggal dunia. Sebab Happy Hypoxia bisa membuat penderitanya meninggal dunia," ujar dr Darwis dalam webinar bersama dengan Tribun Lampung yang dipandu Reporter Tribun Lampung Dini, dengan tema Happy Hypoxia, Gejala Tersembunyi Kekurangan Oksigen Pasien Covid-19, Rabu (2/9/2020).

Mengapa dia tidak merasakan sesak nafas?

Karena seharusnya saat kekurangan oksigen, karbon dioksida meningkat. Tapi pada pasien Happy Hypoxia saat kekurangan oksigen, karbondioksidanya juga rendah.

Sesak nafas sebenarnya adalah respon atau pertanda kalau tubuh kalau tubuh sudah mulai kekurangan oksigen.

Dengan adanya respon atau pertanda tersebut, orang yang mengalaminya bisa segera datang ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Dikarenakan tidak adanya sesak nafas, untuk memastikan seseorang mengalami Happy Hypoxia, satu satunya cara yang dilakukan dokter dengan memeriksa saturasi oksigen menggunkan sebuah alat yang ditempelkan di jari.

"Kalau mau membeli alat ini sendiri sebenarnya bisa. Kalau tidak salah harga satuannya Rp 500 ribu. Tapi meskipun punya alat ini sendiri, tetap harus ke rumah sakit ketika saturasi oksigen rendah," urai dr Darwis yang ketika webinar berlangsung sedang dalam perjalanan dari Padang ke Lampung.

Jika dalam pemeriksaan tersebut, saturasi oksigen dibawah 95 persen, itu artinya dia mengalami Happy Hypoxia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved