Tribun Pesawaran
Jubir Satgas Covid Minta Warga Pesawaran Patuhi Protokol Kesehatan
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran mengingatkan disiplin protokol kesehatan
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran mengingatkan disiplin protokol kesehatan karena rata-rata kasus virus Corona meningkat.
"Kalau kita lihat, rata-rata Lampung maupun Indonesia kan terjadi kenaikan kasusnya," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pesawaran Aila Karyus, Jumat (11/9)
Sementara itu, kata Aila, semua kelompok-kelompok masyarakat seperti sudah mulai lengah dengan pandemi Covid-19. Karena agak abai dengan protokol kesehatan.
Padahal dengan mematuhi protokol kesehatan itu adalah cara untuk menekan penularan virus corona. Yakni dengan senantiasa memakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan, dan menghindari kerumunan.
• Anisipasi Covid 19, Satgas Terpadu Gencar Patroli Protokol Kesehatan di Cafe dan Tempat Hiburan
"Itu adalah cara kita untuk menekan penularan penyakit ini (virus corona). Kalau kita abai, ya, seperti ini lah jadinya (meningkat)," tuturnya.
Termasuk untuk penerapan disiplin protokol kesehatan di daerah wisata, Aila menyatakan sudah ada Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati yang mengaturnya. Ketentuan itu, menurut dia, sudah disosialisasikan.
Bahkan pengusaha tempat pariwisata sudah pernah dipanggil Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dan pernah mendapat sosialisasi.
• Sosialisasi Protokol Kesehatan, Polres Tulangbawang Bagikan 900 Masker
Aila menekankan, adaptasi kebiasaan baru itu bukan berarti melarang orang untuk berusaha. Tapi, lanjut dia, baik itu si pengelola wisata dan si pelaku wisata atau wisatawan harus patuh protokol kesehatan.
"Kalau kita bilang diperketat lagi, ya betul semuanya harus diperketat, karena di pariwisata itu kan bukan hanya objek wisata, ada tempat kulinernya," ujarnya.
Aila menuturkan, di tempat pariwisata itu hampir semua pakai masker.
Menurut Aila, 90 persen orang pakai masker. Tapi kemudian waktu wisatawan mengambil dokumen foto, waktu makan, dan waktu mengobrol justru masker dilepas.
Padahal kebiasaan wisatawan tersebut berkerumun dan berkelompok. Hal seperti itu lah maka Aila mengingatkan kembali adaptasi kebiasaan baru itu bukan semua dilakukan tanpa mengikuti protokol kesehatan.(dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pemberian-masker-kepada-pengendara.jpg)