Vaksin Covid 19

Diminta Perusahaan Bayar Uang Muka Vaksin Sebelum Ada Barang, Presiden Rodrigo Duterte Naik Pitam

Duterte mengatakan pemerintah menandatangani perjanjian dengan lima perusahaan farmasi yang akan mengizinkan Filipina untuk mengakses penelitian me

Editor: Romi Rinando
TED ALJIBE / AFP
Presiden Rodrigo Duterte Naik Pitam Saat Diminta Perusahaan Barat Bayar Uang Muka Vaksin Sebelum Ada Barang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Presiden Filipina Rodrigo Duterte geram dan menyebut perusahaan farmasi barat dengan kata gila.

Kemarahaan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ini disebahkan karena pemerintah Filipina diminta membayar vaksin virus corona sebelum memproduksinya.

Hal itu diungkapkan Duterte dalam pidato yang disiarkan secara publik sebagaimana dilansir dari Coconuts, Selasa (15/9/2020).

“Negara lain, mereka menginginkan uang muka sebelum mereka mengirimkan vaksin. Jika itu masalahnya maka setiap orang Filipina akan mati… sebaiknya kita berciuman sekarang untuk membuatnya lebih mudah," kata Duterte.

Dia mengatakan lebih suka membeli vaksin Covid-19 dari Rusia dan China dan percaya bahwa vaksin dari kedua negara itu "sebaik yang ada di pasar”.

Duterte juga menuduh perusahaan Barat terobsesi meraup keuntungan.

Ilustrasi
Ilustrasi (kompas.tv)

Resmi Indonesia Gelontorkan Dana Rp37 Triliun Beli Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Asal China

Ikatan Dokter Indonesia: Vaksin Covid-19 Hanya Bertahan 6 Bulan

Tak Merasa Pegal Lagi setelah Suntik Vaksin Corona, Ridwan Kamil Kini Jadi Sering Mengantuk

 

"Anda memberi tahu saya bahwa belum ada vaksin, belum ada yang final, dan Anda ingin kami memesan dengan menyetorkan uang. Anda pasti gila,” kata Duterte.

Dia menambahkan undang-undang (UU) pengadaan barang di Filipina juga tidak mengizinkan pemerintah membeli sesuatu yang “tidak ada”.

Bulan lalu, Kementerian Kesehatan Filipina mengatakan sedang bernegosiasi setidaknya dengan 16 perusahaan yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19.

Sebelum Duterte melontarkan pernyataan tersebut, Kementerian Sains dan Teknologi Filipina mengatakan bahwa pemerintah telah menandatangani perjanjian dengan lima perusahaan farmasi yang akan mengizinkan Filipina untuk mengakses penelitian mereka.

Kelima perusahaan itu adalah Seqirus dari Australia, Sinovac dan Sinopharm dari China, Gamaleya dari Rusia, dan Adimmune dari Taiwan.

Kecuali Sinopharm, semua pabrikan tertarik untuk mengadakan uji klinis di Filipina.

Sementara itu, vaksin virus corona yang telah diumumkan Rusia, Sputnik V, akan dilakukan uji klinis serentak pada November tahun ini di Manila, Filipina dan Moskwa, Rusia.

Di sisi lain, pada Senin Filipina mencatatkan 265.888 kasus virus corona yang dikonfirmasi dengan 4.630 kematian dan 207.504 pemulihan.

stralia, Sinovac dan Sinopharm dari China, Gamaleya dari Rusia, dan Adimmune da

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diminta Membayar Vaksin Corona Sebelum Diproduksi, Duterte: Anda Gila"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved