Tribun Tv Lampung
Tips Memulai Bisnis di Masa Pandemi ala Owner Ambarukmo Coffee and Resto Raveyva Bunga Arzeta
Wanita kelahiran Tajungkarang 23 tahun silam tersebut justru berani memulai bisnis di bidang kuliner di Jalan Danau Toba Kedaton.
Penulis: ahmad robi ulzikri | Editor: Reny Fitriani
Menu yang ditawarkan seperti ayam bakar, cumi tumis, Gurame bakar, aneka pindang.
Kemudian ada juga aneka makanan ringan seperti sosis bakar, fish roll, pisang keju dan masih banyak lainnya, dan ada juga aneka minuman seperti aneka smoothies, milkshake, dan aneka jus.
Selain harga, tips berikutnya untuk memulai usaha adalah penamaan.
Menurut Raveyva Bunga Arzeta, nama merupakan doa untuk usahanya ke depan.
“Untuk nama resto saya terinspirasi dari raja Ambarukmo dari Yogyakarta, karena nama itu harapan kedepannya usaha kuliner ini bisa menjadi besar dan awet terus,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Tips berikutnya yaitu pemilihan konsep tempat usaha menjadi hal yang penting.
“Konsep yang kami tampilkan yaitu konsep modern dengan konsep indor dan outdor. Kita juga sudah siapkan seperti lukisan di dinding untuk spot foto bagi milenial,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Tip memulai usaha selanjutnya di tengah pandemi seperti saat ini yaitu harus mampu beradaptasi dengan platform digital.
“Saat ini sedang on proses ke digitalisasi misalnya seperti Gojek dan Grab, itu sangat diperlukan karena banyak konsumen yang mungkin tidak mau keluar kita dipermudah dengan layanan online,” terang Raveyva Bunga Arzeta.
Dari segi kapasitas resto, Ambarukmo sendiri berkapasitas sebanyak 120 orang, dengan kapasitas yang cukup besar, resto dan Coffee tersebut bisa digunakan untuk tempat arisan, tempat meeting dengan ruang VIP berkapasitas 20 hingga 25 orang.
Tips berikutnya terkait tempat usaha yang kerap menjadi persoalan bagi pengusaha pemula, untuk meminimalisir resiko saat pandemi seperti saat ini Raveyva Bunga Arzeta sendiri menggunakan sistem bagi hasil dengan pemilik tempat.
“Untuk tempat kita pakai sistem bagi hasil, karena kalau sewa tempat kita tidak tahu kondisi kedepan seperti apa kadang sepi atau rame, jadi kalau bagi hasil mau sepi atau ramai kita tetap bagi dua jadi tidak terbebani bayar sewa,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Begitu juga dengan tips untuk sistem pembayaran karyawan, dengan sistem bagi hasil resikonya akan lebih kecil dan karyawan punya motivasi kerja yang lebih baik.
“Untuk saat ini karyawan kita sudah ada 6 dengan sistem bagi hasil, jadi lebih semangat, kalau sistem gaji perbulan mau sepi atau ramai tetap segitu, tetapi kalau sistem bagi hasil gaji karyawan mereka jadi lebih terpacu,” terang Raveyva Bunga Arzeta.
“Dalam merangkul karyawan itu kita harus anggap seperti keluarga sendiri atau kita tekan akan kedekatan emosional sehingga karyawan loyal dan usaha kita terus maju,” sambung Raveyva Bunga Arzeta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/raveyva-bunga-arzeta.jpg)