Tribun Lampung Selatan

Warga Lampung Selatan Diminta Waspadai Potensi Kasus DBD

Dinas Kesehatan Lampung Selatan kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan meningkatnya kasus DBD.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Antisipasi Demam Berdarah, Warga Bandar Lampung Tidur Pakai Kelambu, Nuryani: Takut Digigit Nyamuk. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Menjelang musim penghujan di akhir tahun, Dinas Kesehatan Lampung Selatan kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Dinas Kesehatan Lamsel meminta masyarakat untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama penerapan langkah 3M plus, guna mencegah potensi berkembang biaknya nyamuk aedes aegypty yang membawa virus DBD.

"Melalui puskesmas kita terus melakukan sosialisasi. Kita minta masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih. Melaksanakan 3M plus guna mencegah berkembangnya nyamuk pembawa DBD," ujar Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan, B. Didik Setiawan, Senin (21/9).

Cara Cegah Penyakit DBD

Dia melanjutkan, dinas kesehatan juga telah menyiapkan pembagian bubuk abate. Namun pemberian bubuk abate ini lebih selektif, mengingat abate merupakan bahan kimia.

"Kita lebih menganjurkan untuk 3M, yakni menguras, membersihkan dan menimbun barang-barang yang bisa menjadi tempat nyamuk bersarang, daripada menggunakan abate," ujar Didik.

Hal lain yang juga diminta kepada masyarakat adalah membuat lancar air genangan yang bisa menjadi tempat perindukan nyamuk. Atau langkah lainnya memberi ikan pada tempat-tempat penampungan air, sebagai pemakan jentik nyamuk.

Ada 868 Kasus DBD di Bandar Lampung, Begini Kata IDI

Menurut Didik, berdasarkan data dinas kesehatan, jumlah kasus DBD sejak Januari hingga akhir Agustus di Lampung Selatan mencapai 371 kasus. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 lalu untuk periode yang sama.

"Pada tahun lalu untuk periode Januari-Agustus ada 395 kasus. Tahun ini ada penurunan sedikit," kata dia.

Ia menambahkan, meski ada penurunan jika dibandingkan tahun lalu, kasus DBD hampir setiap bulannya tetap ada, dengan jumlah yang fluktuatif.

"Untuk September ini, baru nanti di awal Oktober bisa kita lihat datanya," ujar Didik Setiawan.(ded)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved