Breaking News:

Tribun TV Lampung

Miss V Terasa Longgar ? Terapi Laser Bisa Dijadikan Solusinya

Vagina yang kencang adalah salah satu impian atau idaman bagi para kaum hawa.

Tangkap Layar Tribun TV Lampung
Ilustrasi. Miss V Terasa Longgar ? Terapi Laser Bisa Dijadikan Solusinya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG – Vagina yang kencang adalah salah satu impian atau idaman bagi para kaum hawa.

Oleh karenanya tak heran, sebagian wanita berlomba-lomba mengembalikan atau menjaga elastisitas dan kelembapan organ kewanitaannya.

Adapun salah satu cara atau langkah yang dapat ditempuh saat ini yakni, melakukan terapi laser untuk peremajaan atau pengencang vagina.

Dokter Natalia Wahyudi SpKK FINDV FAADV mengatakan, sejatinya terapi laser untuk peremajaan atau pengencang vagina telah ada sejak 1973 an.

“Laser vagina ini memang sekarang lagi booming ya, tapi sebenarnya ini sudah dari tahun 1973 an. Tapi saat itu fungsinya baru sekedar untuk oprasi atau memotong (cuting),” pungkas Natalia Wahyudi, di acara Ngode (Ngobrol Sex Education), yang disiarkan Tribun TV Lampung, Jumat (25/9/2020).

“Namun sejak berkembangnya laser untuk peremajaan kulit, baik di wajah. Maka timbul ide atau gagasan untuk peremajaan kulit pada vagina dan semakin berkembang sejak tujuh tahunan terakhir,” sambungnya.

Dokter yang berpraktek di RS Imanuel dan Skin Care Rachel Klinik tersebut menambahkan, terapi ini bertujuan untuk meremajakan dan mengembalikan kembali struktur optimal, dari organ intim wanita dan sekitarnya.

“Ini berfungsi untuk mengaktifkan kembali kolagen-kolagen di mukosa vagina. Terutama, pada kolagen yang mengikat pada ligamen yaitu kantung kemih, vagina, rektum yang semuanya menjadi satu kesatuan,” terang Natalia Wahyudi.

“Hingga ligamen itu menjadi kuat dan penyakit-penyakit yang akibat dari penuaan bisa berkurang, serta otot-otot panggul menjadi kuat. Ingat, terapi ini tidak sakit dan tidak perlu waktu berbaring seperti operasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Natalia Wahyudi mengungkapkan selain dari menstruasi, tidak ada prosedur khusus untuk melangsungkan terapi laser peremajaan atau pengencang vagina.

“Lalu sesudah terapi tidak boleh melakukan hubungan seksual selama lima hingga tujuh hari,” imbuhnya.

Tak lupa, Natalia Wahyudi juga mengingatkan, agar para wanita yang telah melakukan terapi laser peremajaan atau pengencang vagina, baiknya menghindari segala bentuk aktifitas berat.

“Ya, seperti olahraga berat, naik turun tangga, atau aktifitas yang mengaktifkan otot-otot, sebab masih masa proses pengencangan. Terakhir, jangan pakai high heels,” tandasnya.

Yuk tonton penjelasan selengkapnya di sini, "Terapi Laser untuk Pengencang Vagina dan Penyakit Menular Sexual".

(Tribunlampung.co.id/Tama Yudha Wiguna)

Penulis: Tama Yudha Wiguna
Editor: Romi Rinando
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved