Tribun Lampung Utara

Kuota Internet Gratis, 63.423 Nomor Ponsel Siswa di Lampung Utara Terdata dalam Gelombang Kedua

sebanyak 63.423 nomor ponsel sesuai format terdata dalam verifikasi dan validasi nomor ponsel di aplikasi yang sudah disiapkan Kemendikbud.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Daniel Tri Hardanto
Ilustrasi. Kuota Internet Gratis, 63.423 Nomor Ponsel Siswa di Lampung Utara Terdata dalam Gelombang Kedua 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Usai ditutup Gelombang kedua dalam pendaftaran nomor telepon peserta didik guna mendapatkan kuota gratis dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud), sebanyak 63.423 nomor ponsel sesuai format terdata dalam verifikasi dan validasi nomor ponsel di aplikasi yang sudah disiapkan Kemendikbud.

"Ada peningkatan dari penutupan gelombang pertama. Sebelumnya nomor ponsel sesuai format ada 54.763,"jelas Plt Kepala Disdikbud Lampura Mikael Saragih, Senin 28 September 2020.

Untuk nomor ponsel peserta didik yang diajukan lanjut Dia, 95.972, rinciannya 64.423 nomor ponsel sesuai format dan 32.549 Residu.

Untuk peserta didik aktif terbagi dalam beberapa operator dengan rincian Telkomsel 35.379, Indosat 9.968, XL 3.831, Tri 4.257, Smartfren 1.185 dan Axsis 8.803.

Sementara peserta didik aktif dengan nomor aktif verifikasi Provider dengan rincian Telkomsel 31.529, Indosat 8.957, XL 3.342, Tri 3.747, Smartfren 817 dan Axsis 8.371.

"Untuk informasi adanya gelombang ke tiga kita masih menunggu informasi dari Kementrian. Kemungkinan besar ada, karena rata-rata progress nasional setiap provinsi masih di bawah 80 persen," katanya.

Kuota Internet Gratis Bagi Siswa di Lampung Selatan Sudah Mulai Diberikan

Ada 15 Kasus Baru, Covid-19 di Lampung Tembus 841 Kasus

Untuk peran UPTD melalui Operator Dapodik Kecamatan tambah Dia, adalah sebagai custener service Disdikbud di Kecamatan.

Lalu jika ada sekolah yang kebingungan mengisi, mereka cukup ke Operator kecamatan dan tidak perlu jauh-jauh ke Disdikbud.

Sementara untuk kendala yang ada di sekolah saat ini yakni, susahnya jaringan internet yang ada di sekolah, lambatnya server pusat membaca data dan ada beberapa siswa yang benar-benar tidak mempunyai no telpon.

"Untuk siswa yang tidak mempunya nomor telepon atau berada di pelosok desa, rata rata mereka melaksanakan pembelajaran memakai luring. Yakni guru keliling dengan membentuk kelompok belajar dan mematuhi protokol kesehatan. Jika ada kendala di lapanga operator Kecamatan akan melaporkannya ke kami untuk kemudian ditindak lanjuti," ujar Mikael Saragih. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved