Tribun Bandar Lampung

Lampung Deflasi 0,22 Persen, Lebih Besar dari Nasional

Pada bulan September Lampung mengalami deflasi sebesar 0,22 persen. Sementara nasional mengalami deflasi 0,05 persen.

Penulis: ahmad robi ulzikri | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok BPS Lampung
Kepala BPS Lampung Faizal Anwar. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Ahmad Robi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis angka inflasi pada September 2020.

Kepala BPS Lampung Faizal Anwar dalam keterangan persnya menjelaskan, berdasarkan indeks harga konsumen (IHK) pada September 2020, Lampung mengalami penurunan indeks dari 105,55 pada Agustus 2020 menjadi 105,32 pada September 2020.

Dengan demikian, terjadi deflasi sebesar 0,22 persen.

“Pada bulan September Lampung mengalami deflasi sebesar 0,22 persen. Sementara nasional mengalami deflasi 0,05 persen,” kata Faizal Anwar.

Faizal memaparkan, berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) September 2020 mengalami inflasi sebesar 1,00 persen, sedangkan inflasi year on year (yoy) September 2020 terhadap September 2019 adalah sebesar 1,35 persen.

Angka inflasi Lampung dihitung berdasarkan dua kota yang menjadi sampel perhitungan inflasi, yaitu Bandar Lampung dan Metro.

Daya Beli Anjlok, Lampung Alami Deflasi 0,29 Persen Pada Mei 2020

UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Serikat Pekerja: Harus Menyesuaikan Inflasi Tiap Daerah

“Dari dua kota pemantauan di Lampung pada September 2020, Kota Bandar Lampung mengalami deflasi sebesar 0,26 persen. Tapi sebaliknya Kota Metro mengalami inflasi sebesar 0,10 persen,” jelas Faizal Anwar.

Faizal Anwar menjelaskan, dari 11 kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami deflasi, empat kelompok mengalami inflasi, dan dua kelompok lainnya stagnan.

“Ada lima kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,62 persen; kelompok transportasi 0,30 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,14 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,10 persen; dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,03 persen,” papar Faizal.

“Sebaliknya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi (kenaikan indeks) sebesar 0,05 persen; diikuti kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen; kelompok kesehatan 0,03 persen; dan kelompok pakaian dan alas kaki 0,01 persen,” imbuh Faizal Anwar.

“Sementara, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tidak mengalami perubahan indeks,” jelas Faizal Anwar.

Adapun 10 komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar selama bulan September 2020 adalah petai sebesar 0,06 persen; telur ayam ras 0,06 persen; angkutan udara 0,04 persen; bawang merah 0,02 persen; popok bayi sekali pakai/diapers 0,02 persen; cabai rawit 0,02 persen; daging ayam ras 0,01 persen; tomat 0,01 persen; jengkol 0,01 persen; dan beras 0,01 persen.

Angka inflasi pada bulan September 2020 yang mengalami deflasi sebesar 0,22 persen tersebut merupakan yang terendah dibandingkan bulan September 2019 dengan deflasi sebesar 0,20 persen, dan pada bulan September 2018 yang mengalami deflasi sebesar 0,20 persen.

“Hal ini bisa kita pahami dalam kondisi pandemi seperti saat ini menyangkut daya beli yang ada di masyarakat. Karena bisa saja pasokan tersedia, tetapi daya beli masyarakat berkurang,” jelas Faizal Anwar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved