Berita Nasional

Kasat Sabhara dan Kapolres Blitar Berseteru Gegara Tambang Pasir Liar

Kasat Sabhara dan Kapolres Blitar berseteru gegara bisnis tambang pasir liar.

Editor: taryono
surya
Kasat Sabhara dan Kapolres Blitar Berseteru Gegara Tambang Pasir Liar 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasat Sabhara dan Kapolres Blitar berseteru gegara bisnis tambang pasir liar.

Hal ini terungkap setelah AKP Agus Hendro Tri Susetyo buka suara.

Diketahui, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo dilaporkan ke Polda Jatim atas dugaan pembiaran bisnis tambang pasir liar.

Adapun pelapornya, tak lain adalah bawahannya sendiri yaitu Kasat Sabhara AKP Agus Hendro Tri Susetyo.

Agus menyesalkan sikap dari pimpinannya tersebut.

Pasalnya, meski sudah mendapat laporan terkait aktivitas tambang pasir ilegal dan judi sabung ayam di Blitar justru seolah dibiarkan tanpa ada teguran.

"Penambangan pasir bebas, sabung ayam bebas, tidak ada teguran. Tambang pasir di Kali Putih dan Gandungsari," kata Agus usai menyampaikan laporan di SPKT Polda Jatim seperti dikutip dari Tribun Bali, Kamis (1/10/2020).

Agus berani mengungkap kebobrokan pimpinannya tersebut karena sudah tak tahan dengan sikap arogan yang ditunjukkan selama ini.

Sebab, ia dan bawahan lainnya di Polres Blitar sering dicaci maki dengan ucapan kasar yang tidak pantas oleh yang bersangkutan.

Artis Jessica Iskandar Cium Bibir dengan Putranya, Unggahan Foto Jadi Sorotan

Video Viral Pengantin Wanita Meninggal 1 Jam Sebelum Ijab Kabul di Jawa Tengah

Oleh karena itu, selain melaporkan dugaan pembiaran penambangan pasir ilegal tersebut ia juga mengajukan pengunduran diri dari institusi kepolisian.

"Saya tidak kuat lagi menjadi bawahan Kapolres, saya mengajukan pensiun dini tanpa menuntut apapun dari Polri," kata dia.

Menyikapi laporan itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku akan melakukan pendalaman lebih lanjut.

Klarifikasi dari Kapolres Terpisah, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani tak menampik tudingan dari bawahannya terkait pembiaran tambang pasir tersebut.

Alasannya melakukan pembiaran, karena tambang pasir itu hanya untuk kebutuhan warga sekitar.

Namun demikian, ia menganggap wajar jika bawahannya itu tidak terima.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved