Breaking News:

Tribun Tulangbawang

Harga Gabah Anjlok, Petani di Rawapitu Tulangbawang Tak Berdaya

Petani padi di Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang mengeluhkan anjloknya harga gabah.

Tribunlampung.co.id/Endra
Petani di Kampung Duta Yoso Mulyo, Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang mulai panen raya, Senin (5/10/2020). 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Petani padi di Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang mengeluhkan anjloknya harga gabah.

Meskipun sudah memasuki masa panen gaduh, petani tidak bisa bergembira.

Ini lantaran tidak stabilnya harga jual gabah di tingkat petani.

Kondisi ini memperparah sulitnya perekonomian petani di tengah pandemi Covid-19.

Sunardi, petani padi di Kampung Duta Yoso Mulyo, Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang, mengatakan, saat ini harga gabah Rp 3.800 per kilogram.

Padahal, sebelumnya harga gabah kering di tingkat petani mencapai Rp 5.000 per kilogram.

"Harga anjlok begini, mau gimana. Nggak dipanen, sudah waktunya panen raya. Kami nggak bisa berbuat apa-apa," terang Sunardi, Senin (5/10/2020).

Nilai jual gabah kering yang didapat petani itu, menurut Sunardi, tidak sebanding dengan biaya menggarap lahan sawah yang telah dikeluarkan.

 Atas kondisi itu, dia berharap ada campur tangan pemerintah dalam hal ini Pemkab Tulangbawang melalui Dinas Pertanian untuk membantu petani menstabilkan harga jual gabah kering.

"Minimal harga jualnya sama seperti sebelum masuk panen raya," tandas Sunardi. (Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnaen)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved