Kebakaran di Bandar Lampung
Kebakaran Rumah di Segala Mider Bandar Lampung Diduga akibat Korsleting Listrik
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung belum dapat memastikan penyebab kebakaran.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Muhammad Joviter
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung belum dapat memastikan penyebab kebakaran.
Namun, diduga kebakaran dipicu korsleting listrik.
Kepala BPBD Bandar Lampung Syamsul Rahman mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran di sebuah rumah yang ada di Jalan Panglima Polim, Gang Mawar Putih 3, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (7/10/2020).
"Hanya kamar di bagian atas rumah. Kalau penyebabnya belum diketahui," kata Syamsul.
Syamsul menambahkan, ada tiga unit damkar yang diturunkan untuk memadamkan api.
Melihat kejadian kebakaran rumah yang terjadi beberapa waktu terakhir, kata dia, kebanyakan dikarenakan korsleting listrik.
• BREAKING NEWS Rumah 2 Lantai di Segala Mider Bandar Lampung Terbakar
• Kebakaran Rumah di Segala Mider Bandar Lampung, Seluruh Perabot di Kamar Atas Ludes
• Aksi Omnibus Law di Bandar Lampung Berlanjut, Polisi dan Oknum Diduga Provokator Saling Tatap

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan perangkat elektronik.
"Begitu tidak digunakan, cabut. Jangan dibiarkan tersambung ke arus listrik," kata Syamsul.
Selain itu, pastikan menggunakan alat listrik yang sesuai standar.
Tak kalah penting, pemasangan instalasi listrik harus dilakukan oleh ahlinya.
Syamsul tak memungkiri, banyak yang memasang instalasi listrik sendiri tanpa bantuan tenaga ahlinya.
"Ini kadang yang menjadi sebab korslet. Tabung gas juga. Kalau sudah keluar bau, jangan coba-coba dihidupkan," kata Syamsul.
Diduga, pemicu kebakaran rumah di Jalan Panglima Polim, Gang Mawar Putih 3, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung karena korsleting arus listrik.
Yohana (69), pemilik rumah, mengaku sudah berulang kali mengingatkan anak dan cucunya untuk segera mencabut steker perangkat elektronik setelah digunakan.