Tribun Lampung Selatan
DPRD Lampung Selatan Minta Pemkab Fokus Penanganan dan Pencegahan Covid-19
Dirinya melihat, saat ini pemerintah sedikit kehilangan fokus pada penanganan pencegahan Covid-19.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Anggota DPRD Lampung Selatan dari komisi D, Andi Apriyanto meminta pemerintah daerah untuk fokus lagi pada upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dirinya, terkait disiplin penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat.
Dirinya melihat, saat ini pemerintah sedikit kehilangan fokus pada penanganan pencegahan Covid-19.
Menurut Andi, pemerintah daerah melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 perlu kembali mengaktifkan peran gugus tugas di tingkat kecamatan dan desa.
Ini untuk meningkatkan kesadaran disiplin protokol Covid-19.
“Harus kita akui, masyarakat kini mulai abai dengan protokol kesehatan. Padahal, protokol kesehatan ini menjadi upaya pencegahan lanjut dari pandemi covid-19 saat ini,” kata politisi PKS ini kepada Tribunlampung, Selasa (13/10/2020).
Tidak hanya itu, Andi juga menyoroti kini mulai ramainya kegiatan-kegiatan yang menghadirkan jumlah massa banyak.
Seperti kegiatan hajatan.
Menurut dirinya, tim gugus tugas harus memastikan kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang berkerumun ini mematuhi protokol kesehatan dengan baik.
“Kadang kita jumpai adanya kerumuman orang, tetapi mengabaikan protokol kesehatan. Ini kan potensi untuk penyebaran covid-19,” ujar dirinya.
Ia pun melihat, perlu kembali mengaktifkan peran gugus tugas di tingkat kecamatan dan desa. Seperti saat diberlakukannya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) secara nasional beberapa bulan lalu.
Dirinya juga berharap, pemerintah dapat melakukan pengecekan/rapid test pada pusat-pusat kegiatan masyarakat yang ramai. Seperti di pasar. Ini untuk memetakan potensi penyebaran.
Memang, lanjutnya, pasar merupakan pusat kegiatan ekonomi.
Tentu akan memiliki dampak, jika didapati adanya kasus covid-19 positif.
Tidak mungkin untuk menutup kegiatan ekonomi di pasar.
“Tetapi mengambil sampe perlu. Jadi kita bisa mengetahui potensi akan adanya penyebaran. Jadi bisa dilakukan langkah dini untuk antisipasi dan penerapan protokol kesehatan,” ujar dirinya. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)