Breaking News:

Berita Nasional

Penampakan Ladang Ganja 1 Hektare di Bukit Barisan TNKS Muratara

295 batang ganja siap panen ditemukan polisi di atas lahan seluas lebih kurang satu hektare.

tribun sumsel
Penampakan Ladang Ganja 1 Hektare di Bukit Barisan TNKS Muratara 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - 295 batang ganja siap panen ditemukan polisi di atas lahan seluas lebih kurang satu hektare.

Ladang ganja di Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Adalah Satuan Reserse Narkoba ( Satresnarkoba) Polres Muratara yang menemukan ladang ganja tersebut.

Tepatnya di Bukit Barisan yang merupakan hutan lindung berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat ( TNKS).

Mayestika menjelaskan, awalnya Satresnarkoba menangkap dua warga Desa Sukaraja bernama Kemal (28) dan Novri (23).

Keduanya tertangkap tangan membawa ganja sebanyak 800 gram saat anggota menyamar sebagai pembeli atau undrcover buy.

Dari keterangan kedua tersangka, ganja itu dibeli dari warga Desa Sukaraja berinisial RB (40).

Baca juga: Rizieq Shihab Disebut Segera Pulang, Dubes RI Buka Suara

Baca juga: Nikita Mirzani Beri Anaknya Uang Rp 1,4 Miliar Hadiah Sunat

"Para tersangka ini menyebutkan secara langsung bahwa RB memiliki ladang ganja di kawasan Bukit Barisan itu," ujar Mayestika.

Dari situ kata Mayestika, anggota Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan pengembangan dengan cara observasi menggunakan drone dan GPS.

Selanjutnya pada Selasa (13/14/2020) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB, anggota melakukan pencarian kebun ganja tersebut.

Alhasil pada pukul 17.30 WIB, anggota menemukan lahan ganja seluas lebih kurang 1 hektare di jajaran Bukit Barisan tepatnya di Ulu Sungai Lake, Desa Sukaraja.

Polisi mendapatkan 295 batang ganja siap panen dengan berat 49 kilogram dan langsung dibawa ke Mapolres Muratara.

Saat di lokasi, polisi tidak menemukan satu orang pun termasuk pemilik ladang ganja berinisial RB yang disebutkan dua tersangka sebelumnya.

"Terduga pemilik ladang ganja berinisial RB buron, masih dalam pengejaran kami, dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Mayestika.

sumber: Tribun Sumsel

Editor: taryono
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved