Berita Internasional

AS Ketar-ketir, Iran Disebut Terima Pasokan Persenjataan Canggih dari Rusia

Diam-diam Rusia memasok jet tempur Su-35 dan rudal Kh-38 ke Iran hingga 2027. Hal ini buat AS dan Israel waspada terhadap kekuatan militer Teheran.

Tayang:
Tribunnews.com/TASS
SUKHOI 35 - Dalam dokumen yang diunggah situs united24media, Rusia disebut memasok jet tempur Su-35 ke Iran beserta sistem persenjataannya. AS dan Israel pun mulai waspada terhadap kekuatan militer Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Rusia diduga pasok senjata ke Iran, termasuk Su-35 & rudal.
  • Kerja sama disebut hingga 2027, perkuat militer Iran. AS & Israel waspada potensi eskalasi. 
  • Rusia juga tawarkan simpan uranium Iran. Dinilai ubah peta geopolitik global.

Tribunlampung.co.id, Iran - Amerika Serikat mulai waspada setelah muncul laporan bahwa Iran diam-diam mendapat pasokan persenjataan canggih dari Rusia.

Bantuan itu disebut mencakup jet tempur Su-35 hingga rudal Kh-38, yang berpotensi memperkuat kemampuan militer Teheran menghadapi kekuatan udara Barat.

Ternyata, Rusia diam-diam memang memasok bantuan militer ke Iran. Bantuan tersebut berupa pasokan jet tempur Su-35 hingga rudal Kh-38.

Dilansir dari Tribunnews.com, kerja sama militer antara Rusia dan Iran kini tidak lagi sekadar spekulasi geopolitik.

Sejumlah dokumen yang muncul menunjukkan adanya aliran persenjataan strategis dari Moskow ke Teheran hingga tahun 2027.

Baca juga: Selat Hormuz Dibuka Lagi Setelah Blokade AS, Iran Tetap Perketat Pengawasan

Hal ini memberi sinyal bahwa konflik regional di Timur Tengah kini makin berkaitan dengan rivalitas global.

Dalam dokumen yang diunggah situs United24 Media, Rusia disebut memasok jet tempur Su-35 lengkap dengan sistem persenjataannya.

Paket tersebut diyakini dapat meningkatkan kemampuan tempur Iran sekaligus memperluas jangkauan militernya saat menghadapi kekuatan udara Amerika Serikat maupun Israel.

“Tujuan mereka jelas, untuk menghancurkan pesawat musuh,” demikian isi dokumen yang dikutip dalam laporan tersebut.

Yang membuat temuan ini dianggap penting bukan hanya jenis senjata yang dikirim, tetapi juga kerangka waktunya.

Pengiriman yang dirancang hingga tahun 2027 menunjukkan adanya perencanaan strategis jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap konflik yang sedang berlangsung.

Situasi ini memperlihatkan bahwa Rusia melihat Iran sebagai mitra penting dalam menghadapi tekanan Barat.

Jenis rudal yang tercantum dalam dokumen, mulai dari Kh-38 hingga K-77, menggambarkan peningkatan kemampuan tempur Iran di berbagai domain.

Persenjataan tersebut dapat digunakan dalam pertempuran udara maupun serangan ke target darat dan laut.

Jet tempur Sukhoi Su-35 sendiri dirancang sebagai platform superioritas udara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved