Berita Internasional
Selat Hormuz Dibuka Lagi Setelah Blokade AS, Iran Tetap Perketat Pengawasan
Selat Hormuz kembali dibuka bagi kapal komersial setelah blokade AS. Iran menegaskan jalur laut strategis itu tetap diawasi ketat militernya.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Iran - Selat Hormuz kembali dinyatakan terbuka bagi kapal-kapal komersial setelah sebelumnya berada di bawah pengawasan ketat akibat blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Meski begitu, Iran menegaskan jalur laut strategis tersebut tetap diawasi ketat oleh militernya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyebut kendali atas Selat Hormuz kini kembali ke kondisi semula menyusul tindakan blokade yang terus dilakukan Amerika Serikat.
Mengutip Al Jazeera, komando militer gabungan IRGC menyatakan AS terus melakukan tindakan yang mereka sebut sebagai pembajakan dan pencurian maritim dengan dalih blokade.
"Karena alasan ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi semula, dan jalur air strategis ini kini berada di bawah manajemen serta pengawasan ketat angkatan bersenjata," kata pernyataan IRGC yang dikutip stasiun televisi Iran IRIB, Sabtu (18/4/2026), sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.
"Sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan navigasi penuh bagi kapal-kapal yang berlayar dari Iran ke tujuan mereka dan kembali, status Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat dan berada dalam kondisi semula," lanjut pernyataan tersebut.
Baca juga: 12 Kapal Perang AS Dikerahkan untuk Blokade Selat Hormuz, Iran Klaim Masih Aman
Komando Angkatan Laut IRGC juga kembali menegaskan sikap yang sama.
“Selama pergerakan kapal dari dan ke Iran masih terancam, status Selat Hormuz akan tetap seperti sebelumnya,” demikian pernyataan komando angkatan laut di X yang turut dibagikan media Iran.
“Setiap pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat akan mendapat tanggapan yang sesuai.”
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan selat tersebut tetap terbuka bagi seluruh kapal komersial.
Hal itu disampaikan seiring gencatan senjata di Lebanon dan pengaturan jalur pelayaran yang telah dikoordinasikan.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," tulisnya di X, Jumat (17/4/2026).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump awalnya menyambut baik pembukaan selat tersebut.
Namun dalam unggahan lain di Truth Social, Trump menegaskan blokade Amerika Serikat terhadap Iran tetap berlaku sampai ada kesepakatan dengan Teheran, termasuk terkait program nuklirnya.
Trump juga mengatakan kepada wartawan bahwa negosiasi dengan Iran akan terus berlangsung hingga akhir pekan.
Ia bahkan menyebut gencatan senjata dengan Iran yang berakhir pada Rabu (22/4/2026) kemungkinan tidak akan diperpanjang.
Pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran
| Makin Melejit! Harga Minyak Dunia Nyaris Sentuh 100 Dolar per Barel |
|
|---|
| Iran Ancam Serang Basis Militer AS di Kawasan Teluk hingga Jalur Selat Hormuz |
|
|---|
| Rudal Iran Hantam Kilang Minyak UEA, Pemerintah RI Minta WNI Waspada |
|
|---|
| 2 Kapal Perusak AS Terobos Masuk Teluk Persia, Klaim Sukses Halau Gempuran Iran |
|
|---|
| Serangan Brutal Iran Diklaim Hancurkan Kapal Perang AS, Anak Buah Trump Panik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Selat-Hormuz-Dibuka-Lagi-Setelah-Blokade-AS-Iran-Tetap-Perketat-Pengawasan.jpg)