Berita Internasional
Rudal Iran Hantam Kilang Minyak UEA, Pemerintah RI Minta WNI Waspada
Serangan rudal Iran ke kilang minyak UEA picu kekhawatiran. Pemerintah RI minta WNI tetap waspada di tengah meningkatnya tensi kawasan.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Iran serang kilang minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab dengan rudal & drone.
- Picu kebakaran, 3 orang dilaporkan luka. Kementerian Luar Negeri RI minta WNI waspada.
- RI desak semua pihak tahan diri & kembali ke diplomasi.
- Dikhawatirkan ganggu stabilitas & pasokan energi global.
Tribunlampung.co.id, Iran - Serangan rudal yang diluncurkan Iran ke kilang minyak di Uni Emirat Arab langsung memicu kekhawatiran baru. Pemerintah Indonesia pun merespons cepat dengan meminta WNI di kawasan itu untuk lebih waspada.
Serangan yang menyasar fasilitas energi di Fujairah itu dilaporkan memicu kebakaran dan menyebabkan korban luka. Situasi ini dinilai berpotensi memperkeruh kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri ikut menyayangkan insiden yang terjadi. Apalagi serangan ini terjadi tak lama setelah adanya kesepakatan gencatan senjata.
Pemerintah juga menilai serangan terhadap infrastruktur sipil seperti kilang minyak bukan hanya berdampak lokal, tapi bisa merembet ke banyak sektor, termasuk pasokan energi global.
Karena itu, Indonesia mendorong semua pihak untuk menahan diri dan kembali pada jalur diplomasi demi meredakan ketegangan yang ada.
Baca juga: 2 Kapal Perusak AS Terobos Masuk Teluk Persia, Klaim Sukses Halau Gempuran Iran
Dikutip dari Tribunnews.com, Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri menyayangkan serangan drone dan rudal Iran baru-baru ini yang menghantam fasilitas kilang minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA).
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kebakaran di lokasi dan melukai tiga orang.
Serangan ini berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan, melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru saja dicapai, serta mengganggu rantai pasok energi global.
RI menyampaikan bahwa serangan yang menyasar infrastruktur sipil seperti fasilitas minyak dapat membawa dampak luas tidak hanya bagi negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi juga secara global.
“Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati kesepakatan gencatan senjata secara penuh, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil,” tulis Kemlu RI dalam pernyataan resminya, Rabu (6/5/2026).
Indonesia menyatakan siap menjadi mediator demi adanya de-eskalasi dan mendorong diplomasi damai guna mengembalikan stabilitas di kawasan.
Kemlu juga mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di UEA agar tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
WNI diminta senantiasa mengikuti arahan pemerintah setempat serta berkoordinasi dengan Perwakilan RI di Abu Dhabi dan Dubai.
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI terus berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam upaya menjaga stabilitas regional dan melindungi kepentingan serta keselamatan WNI di luar negeri.
"Seluruh WNI juga diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa mengikuti arahan pemerintah setempat serta perwakilan RI di Perserikatan Emirat Arab," tutupnya.
| 2 Kapal Perusak AS Terobos Masuk Teluk Persia, Klaim Sukses Halau Gempuran Iran |
|
|---|
| Serangan Brutal Iran Diklaim Hancurkan Kapal Perang AS, Anak Buah Trump Panik |
|
|---|
| Alasan Trump Setujui Penjualan Senjata ke Negara Sekutu Senilai Rp110 Triliun! |
|
|---|
| Iran Gempur Israel! UEA Cegat Gelombang Rudal dan Drone Pakai Teknologi Laser |
|
|---|
| Cara Pelaku Penembakan Terobos Pengamanan Super Ketat di Washington Hilton Hotel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Rudal-Iran-Hantam-Kilang-Minyak-UEA-Pemerintah-RI-Minta-WNI-Waspada.jpg)