Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
Pesan Ryamizard Ryacudu ke Dudung Abdurachman, "TNI Harus Kembali ke Barak"
Melayat ke Cikeas, Dudung Abdurachman kenang pesan mendalam Ryamizard Ryacudu soal TNI harus kembali ke barak dan selalu baik-baik dengan rakyat.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Dudung Abdurachman mengenang pesan almarhum Ryamizard Ryacudu agar prajurit TNI selalu dekat dan berbuat baik kepada rakyat.
- Dudung menyebut Ryamizard sebagai prajurit profesional dan pejuang sejati.
- Ryamizard juga dikenang mendorong pendekatan humanis dalam operasi militer.
- Jenazah almarhum akan dimakamkan secara militer di TMP Kalibata, Jakarta.
Tribunlampung.co.id, Jakarta - Pesan mendalam dari mendiang Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu agar TNI harus kembali ke barak menjadi hal yang paling diingat oleh Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Baca juga: Sepak Terjang Ryamizard Ryacudu, Pernah Disambut 21 Meriam Saat ke Pentagon
Saat melayat ke rumah duka di Cikeas pada Minggu (31/5/2026) malam, Dudung tampak begitu emosional mengenang kembali wejangan dari sang mantan Menhan, yang selalu meminta prajurit untuk berbuat baik kepada rakyat.
"Yang terkenal di jajaran TNI Angkatan Darat bahwa tidak usah berbicara tentang pembinaan teritorial yang muluk-muluk, hanya satu saja kalimatnya adalah 'baik-baik dengan rakyat'. Itu beliau yang sering disampaikan," kata Dudung melansir dari Tribunnews.com, Minggu (31/5/2026).
Kedekatan emosional antara keduanya memang sudah terbangun sejak lama. Dudung menceritakan, saat dirinya masih menjabat sebagai Komandan Batalyon di Aceh, Ryamizard merupakan sosok pemimpin yang luar biasa bijak ketika memimpin operasi darurat militer di tanah Rencong tersebut.
"Dan beliau juga yang menerapkan tentang bagaimana TNI harus kembali ke barak. Beliau prajurit sejati. Prajurit tulen yang betul-betul prajurit profesional. Prajurit pejuang," ucap Dudung dengan nada bangga sekaligus haru.
Di samping ketegasannya di lapangan, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang tidak pernah kenal menyerah dalam memajukan organisasi TNI.
Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya terobosan yang ia kembangkan demi mencetak prajurit yang benar-benar profesional di bidangnya.
Kehilangan ini tentu pukulan telak bagi Dudung. Sambil menghela napas, ia menceritakan betapa dekatnya hubungan mereka hingga detik-detik terakhir.
"Sehingga saya pun merasa kehilangan beliau, dan semasa sakitnya pun saya sering datang ke sini, ke rumah sakit karena memang sangat dekat dengan beliau," ungkapnya.
Satu hal yang paling membekas di hati Dudung adalah prinsip Ryamizard yang selalu mengedepankan pendekatan manusiawi dalam setiap konflik, termasuk saat ketegangan di Aceh dahulu.
"Terutama menyampaikan bahwa di Aceh itu bukan musuh kita. Sehingga pendekatannya adalah pendekatan manusiawi, ya. Jangan ingin membunuh dan sebagainya. Itulah yang saya pegang," jelas Dudung.
Baginya, nasihat Ryamizard bukan sekadar kata-kata manis, melainkan prinsip hidup seorang prajurit.
"Sehingga kita pun melaksanakan pembinaan-pembinaan teritorial, dan penekanan-penekanan beliau kepada saya pun beliau menyampaikan bahwa setiap melaksanakan penugasan, cintai rakyat. Ya, karena memang kita berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," sambungnya.
Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
Sebagai informasi, kabar meninggalnya mantan Menhan ini pertama kali diungkapkan oleh Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Rico mengonfirmasi bahwa Ryamizard mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada sore harinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pesan-Ryamizard-Ryacudu-ke-Dudung-Abdurachman-TNI-Harus-Kembali-ke-Barak.jpg)