Berita Internasional
Makin Melejit! Harga Minyak Dunia Nyaris Sentuh 100 Dolar per Barel
Imbas konflik Iran vs AS di Selat Hormuz, harga minyak dunia makin melejit dan nyaris menyentuh angka 100 dolar AS per barel akibat kepanikan pasar.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Harga minyak dunia melonjak usai konflik baru Iran-AS pecah di sekitar Selat Hormuz.
- Minyak WTI naik ke 90,51 dolar AS per barel, sementara Brent tembus 96,34 dolar AS.
- Ketegangan dipicu serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS.
- Pasar khawatir distribusi energi global terganggu karena Selat Hormuz jalur vital minyak dunia.
Tribunlampung.co.id, Iran - Makin melejit! Harga minyak dunia nyaris sentuh 100 dolar per barel setelah ketegangan baru di Timur Tengah pecah.
Lonjakan tajam di perdagangan awal Asia ini dipicu oleh konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat yang sukses membuat pasar global panik.
Pada perdagangan Kamis (28/5/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) langsung meroket naik 2,06 persen dan diperdagangkan di level 90,51 dolar AS per barel. Angka ini diprediksi masih bisa merangkak naik jika situasi di lapangan tidak kunjung mereda.
Sementara itu, mengutip dari CNA, harga minyak mentah Brent juga ikut melonjak 2,17 persen menjadi 96,34 dolar AS per barel. Pergerakan liar harga minyak ini langsung menjadi sorotan para pelaku ekonomi di berbagai belahan dunia.
Kenaikan gila-gilaan ini terjadi hanya beberapa hari setelah harga minyak dunia sempat anjlok lebih dari 7 persen. Padahal, awalnya sempat ada optimisme kalau Amerika Serikat dan Iran bakal segera mencapai kesepakatan damai yang bisa memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Ancam Serang Basis Militer AS di Kawasan Teluk hingga Jalur Selat Hormuz
Namun, harapan indah tersebut langsung ambyar dan berubah jadi kepanikan massal. Hal ini terjadi setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan balasan terhadap pangkalan udara militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Iran Balas Serangan AS
Dikutip dari Tribunnews.com, ketegangan bermula ketika militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sebuah fasilitas militer Iran di Bandar Abbas, wilayah strategis Iran yang berada dekat Selat Hormuz.
Menurut pejabat militer AS, sebelum serangan terjadi, Iran diduga mengoperasikan sejumlah drone serang satu arah di sekitar jalur pelayaran internasional tersebut. Empat drone disebut berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Amerika.
Namun militer AS kemudian mendeteksi adanya satu drone tambahan yang diduga sedang dipersiapkan untuk diluncurkan dari wilayah Bandar Abbas, Iran selatan.
Setelah mendeteksi ancaman tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan udara ke fasilitas yang disebut sebagai pusat kendali drone atau ground control station milik Iran.
Serangan dilakukan pada malam hari dan memicu ledakan besar di wilayah timur Bandar Abbas. Media lokal Iran melaporkan suara dentuman keras terdengar di beberapa bagian kota, sementara aktivitas keamanan di sekitar pelabuhan langsung diperketat.
CENTCOM menyebut operasi tersebut sebagai tindakan “defensif dan terukur”. Amerika Serikat menegaskan bahwa tujuan utama serangan adalah mencegah peluncuran drone Iran yang dinilai membahayakan keamanan pelayaran internasional dan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Namun Iran memiliki pandangan berbeda. Pemerintah Iran menilai serangan AS sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang sebelumnya masih dijaga di tengah negosiasi damai yang berlangsung alot.
Karena itu, IRGC pada Kamis dini hari memutuskan untuk melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan udara AS sebagai bentuk peringatan keras kepada Washington.
Iran juga memperingatkan bahwa jika Amerika kembali melakukan agresi militer, maka Teheran akan mengambil langkah yang lebih besar dan lebih menentukan.
Selat Hormuz Jadi Pusat Kekhawatiran Dunia
| Iran Ancam Serang Basis Militer AS di Kawasan Teluk hingga Jalur Selat Hormuz |
|
|---|
| Rudal Iran Hantam Kilang Minyak UEA, Pemerintah RI Minta WNI Waspada |
|
|---|
| 2 Kapal Perusak AS Terobos Masuk Teluk Persia, Klaim Sukses Halau Gempuran Iran |
|
|---|
| Serangan Brutal Iran Diklaim Hancurkan Kapal Perang AS, Anak Buah Trump Panik |
|
|---|
| Alasan Trump Setujui Penjualan Senjata ke Negara Sekutu Senilai Rp110 Triliun! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Rudal-Iran-Hantam-Kilang-Minyak-UEA-Pemerintah-RI-Minta-WNI-Waspada.jpg)