Pilkada Metro 2020
Debat Publik Perdana Pilkada Metro 2020 Berlangsung Senin, 26 Oktober 2020 Malam
Debat pertama calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Metro 2020 dilaksanakan pada Senin (26/10/2020) pukul 19.30 WIB di Idea Hotel.
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Debat pertama calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Metro 2020 dilaksanakan pada Senin (26/10/2020) pukul 19.30 WIB di Idea Hotel.
Ketua KPU Kota Metro Nurris Septa Pratama mengatakan, pihaknya menggandeng 10 akademisi dari tiga kampus di Metro dan Bandar Lampung sebagai penyusun soal debat publik untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.
"Jadi untuk debat pertama ini hanya calon wali kota. Kita mengusung tema memajukan daerah dan menyelaraskan pelaksanaan pembangunan kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Waktunya 150 menit," bebernya, Minggu (25/10/2020).
Dijelaskannya, debat akan dilakukan secara tertutup sesuai PKPU 13 tahun 2020.
Di mana hanya dihadiri pasangan calon, Bawaslu dua orang, dan masing-masing tim kampanye sebanyak empat orang.
Baca juga: Debat Publik Pilkada Bandar Lampung 2020 Dipastikan Berjalan Sesuai PKPU 13/2020
Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Kota Metro Tambah 4, Hasil Pelacakan Pasien 42 dan 45
"Selebihnya bisa menyaksikan melalui televisi lokal. Ini sesuai aturan pelaksanaan pilkada saat pandemi. Jadi kita membatasi jumlah yang hadir untuk meminimalisir peningkatan penambahan covid-19 di Kota Metro," katanya lagi.
Ia menambahkan, KPU akan melaksanakan tiga debat. Pertama 26 Oktober untuk calon wali kota, kedua pada 4 November dengan tema pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik untuk wakil wali kota.
"Terakhir untuk pasangan calon pada 18 November dengan tema strategi penanganan covid-19, narkoba, dan keterbukaan informasi publik. Setiap debat itu ada enam sesi," imbuhnya.
Sesi pertama pemaparan visi misi calon, sesi kedua dan ketiga menjawab pertanyaan dari penyusun materi, sesi empat dan lima saling bertanya, dan sesi keenam closing statement calon.
Ajang Pemaparan Visi Misi
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Metro menegaskan jika debat calon wali kota dan wakil wali kota sebagai ajang pemasaran visi misi.
"Satu hal yang perlu diingat debat ini bukan untuk saling menjatuhkan. Tapi sebagai referensi atau acuan kepada para calon pemilih terkait program apa saja yang akan dilakukan masing-masing pasangan calon," beber Ketua Bawaslu Metro Mujib, Minggu (25/10/2020).
Karena itu, Bawaslu mengimbau tak hanya pasangan calon, namun kepada tim sukses hingga simpatisan masing-masing calon untuk memahami aturan kampanye. Pihaknya siap menindak jika terdapat pelanggaran.
Sementara Ketua KPU Kota Metro Nurris Septa Pratama menambahkan, debat publik digelar bukan untuk mencari siapa yang hebat.
Melainkan untuk memaparkan visi dan misi kepada masyarakat.
"Tujuannya memaparkan visi dan misi, program kerja, dan strategi ketika mereka menjadi wali kota. Dan masyarakat bisa menyaksikan pada televisi lokal," tuntasnya.
(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ketua-kpu-kota-metro-nurris-septa-pratama.jpg)