Tribun Bandar Lampung

Sampah Menumpuk di Sungai Jagabaya II, DLH Bandar Lampung Minta Warga Peduli Sistem Aliran Air

Berdasarkan keterangan warga, sampah yang ada di sejumlah titik di Sungai Jagabaya II didominasi dari hasil aliran sungai tersebut.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Soma
Penampakan sampah yang menumpuk di aliran Sungai Jagayaba II. Sampah Menumpuk di Sungai Jagabaya II, DLH Bandar Lampung Minta Warga Peduli Sistem Aliran Air 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sampah menumpuk di aliran sungai Jagabaya II, Bandar Lampung.

Pantauan Tribunlampung.co.id (Jumat, 30/10/2020), berbagai jenis sampah seperti plastik, kayu, kaleng dan sebagainya nampak seolah tidak memberikan keleluasaan air untuk mengalir.

Berdasarkan keterangan warga, sampah yang ada di sejumlah titik di Sungai Jagabaya II didominasi dari hasil aliran sungai tersebut.

"Memang sering sampah tertimbun di situ. Padahal bukan warga sini yang membuang," kata salah seorang warga RT 7 LK 3 kelurahan setempat.

Kata dia, sampah yang ada sudah kerap dibersihkan oleh petugas maupun warga.

Namun kondisi serupa terus berulang.

Baca juga: Kelola Sampah, DLH Bandar Lampung Bakal Gandeng PT Wika

Baca juga: Rapid Test Selama 4 Hari di Perbatasan Bandar Lampung: 63 Reaktif, Mayoritas Luar Lampung

"Kalau dibersihkan pasti sudah pernah, karena kalau tidak pernah dibersihkan bisa bahaya untuk warga sekitar, terutama baunya yang terkadang tercium," ucapnya.

Berkenaan dengan hal itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung meminta agar masyarakat bisa tetap menjaga kondisi lingkungan, terutama lingkungan yang bisa menjadi potensi bencana alam di musim penghujan tahun ini.

"Kalau ada sampah jangan buang ke sungai," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung Sahriwansyah.

"Lebih baik sampah yang ada dibuang di pinggir jalan ketimbang di sungai. Karena setiap hari sampah itu akan diangkut untuk kemudian ditaruh di pembuangan akhir," terangnya.

Terkait sampah di aliran sungai, ia mengaku pihaknya terus melakukan tahapan penyegaran sungai dengan membersihkan sampah yang ada.

"Memang perlu diakui, banyak faktor lain yang tidak diinginkan muncul, seperti kesadaran oknum pembuang sampah sembarangan dan sebagainya," ucap dia.

Selain sungai, ia juga meminta agar masyarakat untuk lebih peduli terhadap sistem aliran air lainnya seperti drainase.

"Drainase yang mampet ini juga banyak mengakibatkan adanya genangan air kala usai hujan," tungkasnya.

Ia mengaku, saat ini timnya bersama BPBD dan Dinas PU Kota Bandar Lampung terus berupaya memaksimalkan fungsi drainase. (Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved