Badak Lampung FC
Badak Lampung Sudah Keluarkan 90 Persen Anggaran, Hasil Nol! Subsidi PT LIB Bagaimana?
Badak Lampung FC, termasuk satu tim merugi akibat ketidakjelasan kompetisi di tengah pandemi Covid-19, yang digelar PT LIB.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
"Kami baru terima Rp 250 juta," jelas Dany Aulia.
Kemudian, karena kompetisi akhirnya ditunda lantaran pandemi Covid-19 dan rencana bergulir pada Oktober 2020, sehingga subsidi anggaran pun berubah menjadi Rp 600 juta.
"Lalu, yang kedua itu kami terima September 2020 sebesar Rp 150 juta."
"Itu potong pajak semua ya, jadi tidak murni dicairkan sebesar itu (Rp 250 juta dan Rp 150 juta)," jelas Dany Aulia.
Pada saat manager meeting bersama di Yogyakarta, beberapa waktu lalu, lanjut Dany, PT LIB juga menjanjikan 'uang tunggu' sebesar Rp 25 juta.
Namun, hingga saat ini, Dany mengaku belum menerima realisasi dari janji tersebut.
Pelatih Pulang
Di sisi lain, tak hanya pemain, staf dan official, yang libur, pelatih kepala Badak Lampung FC, Rafael Berges Marin, juga ikut libur dan akhirnya pulang ke negaranya, Spanyol.
"Pelatih pulang sejak Selasa (27/10/2020)," ucap Dany Aulia.
"Setelah kami rapat Sabtu (24/10/2020) malam, manajemen ambil sikap, meliburkan seluruh kegiatan sampai ada kejelasan kompetisi," jelas Dany Aulia.
Dany berharap, kompetisi Liga 2 2020 benar-benar dilanjutkan pada Februari 2020, meski waktunya akan sangat sedikit.
"Kalau hasil manager meeting di Yogyakarta kemarin itu, klub Liga 2 masih fifty-fifty, artinya ada yang menginginkan kompetisi Liga 2 2020 dilanjutkan tapi ada yang usul untuk kompetisi baru saja," terang Dany Aulia.
Hal tersebut terkait juga dengan kontrak pemain.
Mengenai kontrak pemain, Dany menyebut, masih menunggu kepastian lebih lanjut dari PT LIB.
"Kalau seandainya Liga 2 2020 dinyatakan tidak ada atau dibekukan, maka otomatis kan kontrak pemain gugur."