Berita Nasional
Momen Presiden Jokowi Tegur Kinerja Luhut Binsar Pandjaitan
Jokowi menegur Luhut Binsar Pandjaitan karena investasi yang meleset dari perkiraan.
Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju tampak hadir di Istana.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke III ini, yakni minus tiga.
"Kita tahu kemarin di triwulan kedua pertumbuhan ekonomi di angka minus 5,32. di kuartal ke tiga kita juga mungkin sehari-dua hari ini akan diumumkan oleh BPS juga masih berada di angka minus. Perkiraan kita di angka minus tiga," katanya.
Meskipun cenderung kondisinya masih lebih baik dibandingkan negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke empat menurut presiden harus terus digenjot.
Sehingga pertumbuhan ekonomi tidak terkontraksi terlalu dalam.
"Sehingga kembali lagu saya sampaikan kuartal 4 ini sangat penting sekali agar bias memperbaiki lagi, syukur bisa masuk ke positif di kuartal 4 sehingga belanja spending harus menjadi kejar-kejaran kita semuanya," katanya.
Oleh karenanya Presiden meminta realisasi belanja setiap kementian dan lembaga di periode Oktober hingga Desember atau kuartal terakhir harus semaksimal mungkin.
Karena menurut Presiden sekarang ini konsumsi rumah tangga masih pada posisi minus 4.
"Sehingga menjadi kewajiban kita semuanya untuk memperkuat demand sehingga konsumsi ini akan menjadi lebih baik," pungkasnya. (Tribun Network/fik/wly)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Investasi Meleset dari Perkiraan, Jokowi Tegur Luhut dan Kepala BKPM"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/presiden-jokowi-bantah-uu-cipta-kerja-permudah-perusahaan-phk-karyawan.jpg)