Ayo Bangkit UMKM Lampung

Usaha Kue Rumahan Menjamur, Perajin Aluminium di Bandar Lampung Panen Order

Omzet perajin aluminium di Bandar Lampung, sempat menurun drastis saat awal Covid-19 mewabah. 

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Joko, salah seorang perajin aluminium di Bandar Lampung, saat ditemui di sela-sela pekerjaannya, Rabu (18/11/2020). Usaha Kue Rumahan Menjamur, Perajin Aluminium di Bandar Lampung Panen Order. (Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Muhammad Joviter

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Omzet perajin aluminium di Bandar Lampung, sempat menurun drastis saat awal Covid-19 mewabah

Namun hal itu tak membuat Joko (41), perajin aluminium di Jalan Wibisono, Tanjung Agung, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, patah arang.

Perlahan, usaha yang ia rintis sejak 2003 silam ini mulai bangkit kembali.

Ini tak lepas dari makin banyaknya bermunculan usaha kue rumahan sejak pandemi Covid-19.

"Kalau dulu banyak pengusaha rumah makan atau kuliner keliling pesan dandang, panci, tapi sejak pandemi ini justru menurun," kata Joko, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Manfaatkan Tempe Tak Terjual, Pelaku UMKM di Tanggamus Justru Rutin Produksi Keripik Tempe

Baca juga: Pelaku UMKM di Bandar Lampung Ghazali Tawarkan Jus Buah Segar Harga Bersahabat

Menurut Joko, sejak beberapa bulan terakhir, toko sekaligus tempat produksi peralatan memasak berbahan dasar aluminium ini diserbu konsumen dari kalangan pelaku UMKM.

Tak ayal, bapak 3 anak ini memperbanyak produksi cetakan kue beraneka bentuk dan ukuran.

"Sekarang banyak yang cari seperti loyang dan cetakan untuk bikin kue."

"Karena, saya perhatikan, semenjak pandemi ini banyak orang berkreasi dari rumah, satu di antaranya usaha kue rumahan," kata Joko.

Joko menyebut, dalam sehari, ia bisa memproduksi loyang ukuran 20 cm x 20 cm sebanyak 50 buah.

Untuk harga yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 400 ribu. 

"Tergantung ukuran dan pesanan."

"Kadang ada dari pengusaha roti dan rumah makan itu harganya dandang atau kukusan kue bisa sampai Rp 1 juta," tutur Joko.

Pria yang hanya menyelesaikan pendidikan tingkat sekolah dasar ini dalam sehari masih mampu mengantongi omzet Rp 500 ribu.

Pemasaran pun ia mengikuti perkembangan teknologi internet.

Maka, tak heran konsumen panci, dandang, loyang dan alat cetakan kue lainnya ini tak hanya dari Bandar Lampung saja.

Joko biasa mengunggah di akun Facebook pribadinya dan WhatsApp.

"Alhamdulillah usaha saya masih bisa jalan, meski sempat bingung karena pembeli turun drastis," ucap Joko.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved