Breaking News:

Ayo Bangkit UMKM Lampung

Manfaatkan Tempe Tak Terjual, Pelaku UMKM di Tanggamus Justru Rutin Produksi Keripik Tempe

Seorang pelaku UMKM di Tanggamus, Yuni, manfaatkan sisa penjualan tempe untuk membuat keripik tempe.

Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Seorang pelaku UMKM di Tanggamus, Yuni, menunjukan keripik tempe produksinya dengan merek Murni. Manfaatkan Tempe Tak Terjual, Pelaku UMKM di Tanggamus Justru Rutin Produksi Keripik Tempe. (Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Seorang pelaku UMKM di Tanggamus, Yuni, manfaatkan sisa penjualan tempe untuk membuat keripik tempe

Usaha keripik tempe warga Pekon Kutodalom, Kecamatan Gisting, Tanggamus tersebut, mulanya hanya sampingan.

Sebab, Yuni semula memang sudah miliki usaha sebagai perajin tempe.

"Kalau dulu pertamanya hanya manfaatkan tempe yang tidak habis dijual, tapi sekarang sudah membuat sendiri."

"Jadi ada yang untuk buat tempe, ada juga yang untuk keripik tempe," ujar Yuni, Kamis (12/11/2020). 

Baca juga: Dewan Kopi Lampung Harap Pelaku UMKM di Bidang Perkopian Manfaatkan Media Sosial

Baca juga: 2 Puskesmas di Tanggamus Siap Jadi Tempat Isolasi Pasien Positif Covid-19

Hal itu dilakukan Yuni karena penjualan kripik tempe miliknya makin lama makin laris.

Kini, usaha yang semula hanya pemanfaatan, kini malah menjadi usaha inti.

"Kalau untuk kedelai yang buat keripik tempe sehari tujuh kilogram, hasilnya bisa 90 sampai 100 bungkus setiap hari," tambah Yuni

Sedangkan untuk produksi tempenya, kebutuhan rutin kedelai sehari 35 kilogram.

Halaman
12
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved