ADVERTORIAL
Lima Kelurahan di Lampung Utara Mendapatkan Program Kotaku
Dari program Kotaku, masing-masing kelurahan dan desa itu mendapatkan pagu anggaran Rp 1 miliar, yang digunakan untuk pembuatan drainase, jalan rabat
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Jelita Dini Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Lampung sejak tahun 2017 menggulirkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yang sebelumnya bernama PNPM Mandiri Perkotaan.
Koordinator Kota dari Program Kotaku Lampung Utara Rio Kurniawan mengatakan, program Kotaku adalah program kegiatan khusus di perkotaan untuk mengurangi kawasan kumuh, dengan membangun infrastruktur dasar di lingkungan permukiman kawasan kumuh yang masuk dalam SK bupati.
Ada tujuh kriteria kumuh, di antaranya, ketidakteraturan bangunan, tidak tersedia jalan, drainese lingkungan, air minum, pengolahan air limbah, pengelolaan persampahan, proteksi kebakaran, dan ruang terbuka publik.
"Di Provinsi Lampung, program Kotaku sudah masuk di Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, dan Lampung Utara. Dan pada tahun 2020 bertambah di Kabupaten Lampung Tengah, Tulangbawang Barat, dan Tulangbawang," kata Rio, Jumat (20/11/2020).
Program Kotaku tahun 2020 ini masuk ke Kabupaten Lampung Utara melalui aspirasi dewan dan sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 167 tentang penetapan lokasi dan besaran bantuan kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat tahun anggaran 2020 menetapkan 4 kelurahan dan 1 desa sebagai lokasi kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Reguler Program Kotaku yakni Kelurahan Tanjung Harapan, Tanjung Aman, Tanjung Senang, dan Kelapa Tujuh, serta Desa Candi Mas.
Dari program Kotaku, masing-masing kelurahan dan desa itu mendapatkan pagu anggaran Rp 1 miliar, yang digunakan untuk pembuatan drainase, jalan rabat beton, penyediaan air bersih berupa sumur bor, ruang terbuka publik dan perubahan wajah.
Baca juga: Program Kotaku di Masa Pandemi Covid-19, BDC Bandar Lampung Gelar Hasil Produk KSM Binaan
Baca juga: Kucurkan Rp 2 Miliar, Kotaku Bangun Rumah Produksi Keripik dan Hidroponik di Pringsewu
Perubahan wajah yang dimaksut itu mencakup mural, taman bermain anak, dan taman baca.
Untuk taman baca hasil kolaborasi dengan Koramil Kotabumi Selatan.
Mereka memberikan buku bacaan islam dan buku pelajaran.
Selain itu ada juga kolaborasi Dinas Pemukiman dan Perumahan Kabupaten Lampung Utara untuk pemberian lampu penerang jalan.
Akhir November 2020 ditargetkan semuanya sudah selesai.
Menurut Rio, masyarakat 4 kelurahan dan 1 desa tersebut sangat berterima kasih kepada pemerintah melalui Kementerian PUPR dan Bapak Drs Hi Tamanuri MM karena mereka terbantu dengan adanya program Kotaku tersebut.
Sebab kelurahan dan desa mereka menjadi rapi nyaman, tidak kesulitan lagi membuang limbah air, air minum mudah didapatkan, tidak ada lagi jalan becek, dan tidak ada lagi lingkungan kumuh.
Pembangunan padat karya melalui program Kotaku di masa pandemi Covid-19 ini juga sangat dirasakan manfaatnya bagi masrarakat sekitar lokasi, karena melibatkan banyak sekali tenaga kerja local yaitu tukang dan asisten tukang.
Sampai saat ini tercatat sedikitnya 306 tenaga kerja lokal dengan nilai 9.124 HOK (hari orang kerja) dan akan terus bertambah sampai dengan selesai 100%,” tambah Rio. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/lima-kelurahan-di-lampung-utara-mendapatkan-program-kotaku.jpg)