Breaking News:

Advertorial

Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Masa Pandemi Covid-19, Pembangunan Padat Karya di Tulangbawang

Ruang lingkup KOTAKU terdiri dari kegiatan pengurangan kawasan kumuh dan pencegahan.

Dokumentasi
Kegiatan konstruksi jalan rabat beton lingkungan RT 03 RW 02 LK Menggala. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Di tengah mewabahnya virus Covid-19 kegiatan padat karya tunai melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) PUPR tetap dilaksanakan.

Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) merupakan salah satu upaya untuk mencapai target RPJMN dan dirancang untuk mempertahankan prinsip-prinsip memperkuat peran pemerintah daerah dan memberdayakan masyarakat sebagai bagian gerakan ‘100-0-100’, terutama untuk pengurangan kawasan kumuh di daerah perkotaan dalam kurun waktu 2016-2020.

Ruang lingkup KOTAKU terdiri dari kegiatan pengurangan kawasan kumuh dan pencegahan.

Kabupaten Tulang Bawang adalah salah satu dari tujuh kabupaten di Provinsi Lampung yang mendapatkan Program Kotaku melalui Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Reguler tahun 2020, yaitu Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala.

Koordinator Kotaku Kabupaten Tulang Bawang Benny Arbi Umran mengatakan bahwa pemilihan lokasi tersebut sudah sesuai dengan Penentuan Lokasi (PENLOK) Kementerian PUPR.

“Kabupaten Tulang Bawang memperoleh dana 1 miliar untuk kegiatan pengurangan kumuh di lingkungan kelurahan Menggala Kota, pelaksanaannya secara swakelola masyarakat melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang dipilih oleh masyarakat dan berkontrak dengan Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Lampung, adapun nama LKM tersebut adalah “Menggala Kota Mandiri”, kata Benny.

LKM bersama masyarakat dengan pendampingan Fasilitator kemudian menentukan jenis infrastruktur yang akan dibangun dan tentu saja sesuai dengan kebutuhan akan pengurangan kawasan kumuh yang mengacu pada kriteria yang ditetapkan, dan sesuai kesepakatan bahwa dana 1 miliar yang dipergunakan adalah untuk kegiatan Jalan rabat beton panjang 680 m, Drainase Lingkungan panjang 940 m dan Sumur Bor sebanyak 2 unit.

Kegiatan padat karya tunai ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat sekitar lokasi kegiatan, karena selain lingkungan menjadi tertata rapi, jalan menjadi halus dan tidak becek dan tentu saja tidak banjir lagi.

Adapun kegiatan ini dalam pelaksanaannya melibatkan langsung masyarakat sebagai pekerja.

Sedikitnya ada 56 tenaga kerja lokal yaitu tukang dan asisten tukang yang terlibat dalam konstruksi dan saat ini rata-rata progress pembangunan mencapai 70%," ungkap Benny. (*)

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved