Tribun Bandar Lampung

BPBD Petakan 9 Daerah Rawan Banjir di Bandar Lampung

Berdasarkan data yang didapatkan, berikut rincian daerah rawan banjir yang ada di Kota Tapis Berseri:

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi - Banjir di Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Rabu (5/8/2020). BPBD Petakan 9 Daerah Rawan Banjir di Bandar Lampung 

Laporan Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sembilan kelurahan di Kota Bandar Lampung dipetakan sebagai wilayah rawan banjir.

Hal tersebut merujuk data Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandar Lampung yang dihimpun Tribunlapung.co.id, Selasa (24/11/2020).

Berdasarkan data yang didapatkan, berikut rincian daerah rawan banjir yang ada di Kota Tapis Berseri:

Kelurahan Gedongpakuon di Kecamatan Telukbetung Selatan
Kelurahan Kedamaian di Kecamatan Kedamaian
Kelurahan Rajabasa Nyunyai dan Rajabasa Raya di Kecamatan Rajabasa
Kelurahan Waydadi Baru di Kecamatan Sukarame
Kelurahan Campangraya di Kecamatan Sukabumi
Kelurahan Waylunik di Kecamatan Panjang
Kelurahan Sukamaju di Kecamatan  Telukbetung Timur
Kelurahan Garuntang di Kecamatan Bumiwaras

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandar Lampung Sutarno mengatakan penyimpulan titik rawan banjir tersebut berdasarkan evaluasi kejadian bencana sebelumnya.

Baca juga: Banjir Rob Rendam Dusun Kuala Jaya Sragi, Lampung Selatan

Baca juga: 50 Calon Jemaah Haji Ikuti Pembinaan Manasik Haji Sepanjang Tahun oleh Kemenag Bandar Lampung

"Jadi saat hujan datang dengan curah hujan tinggi, kami (BPBD) bisa mengantisipasi terjadinya banjir, khususnya pada titik tersebut," terang Sutarno.

Ditambahkan Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki, pihaknya akan selalu siap untuk menghadapi bencana. Khususnya di masa musim penghujan tahun ini.

Pada wawancara terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengatakan saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudy Haryanto mengatakan, puncak musim penghujan sendiri di Januari-Februari 2021.

Terkait itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada di perubahan cuaca dari panas ke hujan secara tiba-tiba serta mengantisipasi terjadinya banjir khususnya bagi warga yang tinggal di daerah sekitaran sungai atau yang kerap jadi langganan genangan saat musim penghujan.

"Tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi dan juga mengantisipasi genangan atau banjir jika memang daerahnya kerap mengalami itu di musim penghujan," imbaunya.

"Kami prediksi awal musim hujan di akhir Oktober, sehingga masa pancaroba atau peralihan musim terjadi September akhir hingga Oktober," ungkapnya. (Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved