Tribun Lampung Selatan
Angin Kencang Tak Pengaruhi Penyeberangan Bakauheni
Arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni tetap berjalan normal, meski angin kencang mewarnai kawasan pesisir Lampung Selatan
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI - Arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni tetap berjalan normal, meski angin kencang mewarnai kawasan pesisir Kabupaten Lampung Selatan sejak sepekan terakhir.
Humas PT ASDP Indonesia Ferry (persero) cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap mengatakan, angin terasa cukup kencang, terutama memasuki sore hingga malam hari.
Kondisi arus laut pun cukup kuat. Kondisi ini membuat waktu pelayaran (sailing time) kapal lebih lama dari biasanya. Namun sejauh ini, kata dia, pelayanan kapal di pelabuhan Bakauheni tetap berjalan normal.
"Memang angin cukup kuat. Tetapi sejauh ini tidak terlalu menghambat aktivitas sandar. Hanya saja memang waktu pelayaran kapal sedikit lebih lama," kata dia kepada Tribun Lampung, Senin (30/11).
Baca juga: Dermaga IV Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Telah Beroperasi Normal
Menurut Saiful, untuk mengantisipasi kapal yang mengalami kendala sandar (gagal sandar). PT. ASDP telah memiliki kapal tugboat untuk membantu dan mengatasinya.
"Sejauh ini tidak ada yang mengalami gagal sandar. Tetapi kita ada kapal tugboat untuk membantu kapal yang mengalami kendala sandar," ujar dirinya.
Untuk arus penyeberangan, lanjut dirinya, memasuki akhir tahun ini relatif normal. Untuk arus kendaraan rata-rata per hari mencapai 6.000 unit. Sedangkan untuk penumpang pejalan kaki mencapai 1.200 orang per hari.
Terkait pelayanan Natal dan tahun baru mendatang. Saiful mengatakan, sejauh ini masih dalam prose perencanaan. Dirinya mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya akan ada persiapan menyambut angkutan nataru.
"Ini masih dalam proses perencanaan. Kita juga menunggu kebijakan libur nasional dari pemerintah nantinya. Kita pasti melakukan persiapan untuk pelayanan nataru," kata Saiful.
Baca juga: 1.690 Kendaraan Pribadi Menyeberang ke Jawa Melalui Pelabuhan Bakauheni
Sementara, sebagian nelayan di PPI Bom, Kalianda memilih untuk tidak melaut karena kondisi cuaca yang sulit diprediksi. "Kami khawatir kalau sudah angin kencang seperti ini, biasanya di tengah laut akan lebih kencang lagi.Ombak juga akan tinggi," kata Asep seorang nelayan di PPI Bom Kalianda.
Menurut Asep, jelang akhir tahun daerah pesisir Lampung Selatan selalu terjadi angin kencang dan hujan. Di tengah laut, lanjutnya, terkadang ada badai dan sangat sulit memrediksi kondisi cuaca, terutama pada malam hari.(ded)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/arus-penyeberangan-di-pelabuhan-bakauheni-tetap-berjalan-normal.jpg)